DPD RI Menilai BPR Aur Kenali Telah Mental Block, Ngotot Minta Investor Pindah
Anggota DPD RI yang ikut dalam pertemuan.-ist/jambi-independent.co.id-
JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Rapat Dengar Pendapat DPD RI dengan kelompok BPR yang menolak rencana pembangunan jalan khusus batu bara hingga stockpile milik investor PT Sinar Anugerah Sukses (PT SAS) yang melewati Aur Kenali dinilai sulit menemukan jalan tengah.
Dalam pertemuan di rumah dinas Gubernur Jambi Kamis 29 Januari 2026, kelompok warga BPR di hadapan 6 anggota DPD RI termasuk Sum Indra asal Jambi, mengatakan mereka sebenarnya tidak menolak investasi di Jambi.
Mereka meminta jalur jalan khusus batubara hingga stockpile milik PT SAS pindah ke lokasi lain.
Sempat ada pertanyaan dari salah satu anggota DPD RI lainnya, apakah ada solusi lain yang bisa ditempuh agar kedua pihak sama-sama tidak dirugikan? Mengingat pihak investor juga mengaku telah mengikuti regulasi sesuai ketentuan.
BACA JUGA:Apresiasi Kebun dan PKS Terbaik, PTPN IV Regional IV Bertekad Sejahterakan Karyawan
Perwakilan BPR lalu menjawab tidak ada solusi lain yang mereka inginkan kecuali jalan khusus dan stockpile milik PT SAS harus dipindahkan ke tempat lain, tidak lagi melewati daerah Aur Kenali.
Alasan menolak, karena mereka takut kehadiran stockpile ini ke depan bisa menyebabkan dampak lingkungan seperti banjir dan debu batu bara yang menganggu kesehatan.
Salah satu anggota DPD RI dalam pertemuan ini lalu menyimpulkan, penolakan BPR atas PT SAS adalah bentuk mental block, di mana kelompok BPR tetap ngotot menolak kehadiran perusahaan, walau PT SAS memaparkan solusi-solusi. "Ini namanya Mental Block" katanya lagi.
Sempat pula ada usulan dari salah satu perwakilan BPR lainnya, agar jalan khusus batu bara milik PT SAS dialihkan rutenya ke Sumsel, mengingat lokasi tambang mereka ada di Sarolangun yang secara geografis lebih dekat ke Sumsel.
Namun usulan yang satu ini langsung ditolak oleh Sum Indra. Sum Indra dengan tegas mengatakan Jambi sebagai penghasil batu bara, harus ikut merasakan dampak ekonominya.
Jalur transportasi batu bara termasuk aktivitas pelabuhan, akan memberi dampak positif bagi ekonomi Jambi.
Sebaliknya, apabila batubara Jambi diangkut ke luar kota, menggunakan pelabuhan di provinsi lain, maka Jambi akan dirugikan banyak.
"Investasi ini (PT SAS) tak boleh pindah ke daerah lain. Itu saya tidak setuju. Jangan batu baranya dari Jambi tapi transportasi ke daerah lain,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



