JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Bukan rahasia lagi jika banyak masyarakat keturunan Tionghoa dikenal sukses meniti karier sebagai pengusaha.
Dari skala kecil hingga konglomerasi besar, jejak mereka kerap ditemukan di berbagai sektor bisnis, baik di Asia maupun di belahan dunia lainnya. Fenomena ini pun sering memunculkan pertanyaan: apakah kesuksesan tersebut murni faktor keberuntungan, atau ada pola pikir dan nilai tertentu yang diwariskan secara turun-temurun? Jawabannya, kesuksesan para pengusaha keturunan China bukanlah kebetulan. Ada latar belakang sejarah, budaya, serta prinsip hidup yang membentuk karakter kewirausahaan mereka hingga hari ini. BACA JUGA:Terbongkar! Pedagang Satwa Dilindungi Diciduk Polisi di Jambi, 2 Siamang Jantan Diselamatkan Hal ini diungkapkan oleh John Kao, peneliti untuk Harvard Business Review, yang melakukan wawancara mendalam terhadap lebih dari 150 pengusaha keturunan Tionghoa, baik yang tinggal di China maupun diaspora di berbagai negara. Dari riset tersebut, Kao menemukan satu benang merah yang kuat: pengaruh nilai Konfusianisme dalam cara mereka memandang bisnis dan kehidupan. Konfusianisme merupakan paham yang berkembang di wilayah China, Jepang, Korea, Taiwan, Hong Kong, Singapura, hingga Vietnam. Ajaran ini menekankan keharmonisan antarindividu, loyalitas, kedisiplinan, serta pentingnya hubungan keluarga. Nilai-nilai tersebut ternyata sangat membekas dalam cara pengusaha Tionghoa membangun dan menjalankan usaha. BACA JUGA:Bukan Cuma Adizero! Ini Deretan Sepatu Lari Nike Terbaik 2026 yang Jadi Langganan Para Atlet Menariknya, hasil wawancara Kao menunjukkan bahwa sekitar 90 persen pengusaha yang diteliti merupakan generasi pertama dari imigran yang melarikan diri dari China akibat perang. Tak hanya itu, sekitar 40 persen di antaranya pernah mengalami langsung dampak bencana politik, termasuk Revolusi Kebudayaan. Sebanyak 32 persen mengaku pernah kehilangan rumah, sementara 28 persen lainnya kehilangan kekayaan akibat krisis ekonomi. Pengalaman hidup di tengah ketidakpastian inilah yang membentuk mentalitas “penyintas”. Mereka terbiasa hidup dalam tekanan, berpikir jangka panjang, dan selalu bersiap menghadapi kemungkinan terburuk. Tak heran jika pengusaha keturunan Tionghoa dikenal ulet, disiplin, dan pantang menyerah. BACA JUGA:Pelari Wajib Lirik! HOKA Mach 7 Terbaru 2026 Siap Jadi Sepatu Lari Paling FOMO 2026 Sejarah China kuno juga berperan besar. Pada masa itu, para petani harus berjuang menghadapi badai, kekeringan, hingga hama demi bertahan hidup. Pola hidup penuh perjuangan tersebut kemudian terbawa hingga generasi berikutnya. Bagi para imigran Tionghoa, membuka usaha bahkan menjadi satu-satunya cara bertahan hidup di negeri orang, terutama saat akses pekerjaan formal terbatas. Dari pengalaman panjang tersebut, lahirlah sejumlah prinsip hidup dan bisnis yang dipegang teguh oleh banyak keluarga Tionghoa. Beberapa di antaranya adalah kebiasaan hidup hemat, memiliki tabungan sebagai “tameng krisis”, serta bekerja keras untuk meminimalkan risiko masa depan yang tidak terprediksi. BACA JUGA:Nggak Harus Mahal, 910 Nineten Yuza Veloraptor Buktiin Sepatu Lari Lokal Bisa Ngebut Keluarga juga memegang peranan sentral. Dalam banyak kasus, keluarga dianggap sebagai satu-satunya pihak yang benar-benar dapat dipercaya. Tak jarang, keputusan bisnis lebih mengutamakan masukan dari anggota keluarga, meskipun secara teknis kurang kompeten, dibandingkan saran profesional dari pihak luar. Prinsip ini diyakini dapat menjaga keselarasan dan keutuhan bisnis jangka panjang. Investasi pun cenderung bersifat konservatif. Banyak pengusaha keturunan Tionghoa lebih memilih aset berwujud seperti properti, tanah, sumber daya alam, atau emas, dibandingkan instrumen abstrak seperti sekuritas atau kekayaan intelektual. Tak heran jika sektor seperti real estate, perkapalan, manufaktur, hingga ekspor-impor menjadi ladang bisnis favorit. BACA JUGA:Buat Pecinta Fotografi Mobile, Promo Huawei nova 14 Pro Wajib Dilihat Model bisnis yang dipilih pun umumnya memiliki rentang kendali terbatas dan bisa dikelola oleh lingkaran keluarga. Bahkan, struktur perusahaan sering kali menyerupai sistem kerajaan kecil, di mana kendali utama berada di tangan pemilik keluarga dan diwariskan lintas generasi. Dalam risetnya, John Kao juga mencatat bahwa banyak pengusaha keturunan Tionghoa masih memegang teguh pepatah kuno China: “Lebih baik menjadi kepala ayam daripada menjadi ekor sapi besar.” Maknanya, mereka lebih memilih menjadi pemilik dan pengendali usaha sendiri, meskipun skalanya kecil, dibandingkan menjadi bawahan di perusahaan besar. Di era modern saat ini, prinsip tersebut tetap relevan. Kemandirian, kontrol penuh atas keputusan, serta kebebasan menentukan arah bisnis menjadi nilai utama yang terus dijaga. BACA JUGA:Buat Pecinta Fotografi Mobile, Promo Huawei nova 14 Pro Wajib Dilihat Inilah salah satu alasan mengapa semangat kewirausahaan di kalangan masyarakat keturunan Tionghoa terus hidup dan berkembang dari generasi ke generasi. Kesuksesan mereka pada akhirnya bukan sekadar soal modal atau keberuntungan, melainkan hasil dari sejarah panjang, nilai budaya yang kuat, dan pola pikir yang terbentuk melalui pengalaman hidup yang penuh tantangan.Banyak Pengusaha China Sukses, Ternyata Ini Pola Pikir dan Rahasianya
Rabu 28-01-2026,20:14 WIB
Reporter : Akmal
Editor : Akmal
Tags : #wirausaha
#pengusaha sukses
#pengusaha china
#etos kerja china
#ekonomi asia
#budaya konfusianisme
#bisnis tionghoa
#bisnis keluarga
Kategori :
Terkait
Rabu 28-01-2026,20:14 WIB
Banyak Pengusaha China Sukses, Ternyata Ini Pola Pikir dan Rahasianya
Rabu 24-01-2024,12:52 WIB
Enak-emak Siulak Mukai Siap Menangkan Paisal Kadni
Minggu 29-05-2022,20:13 WIB
Keren Nih....Ellon Musk dan Bill Gates Pastikan Hadiri B20 Summit
Terpopuler
Kamis 29-01-2026,10:54 WIB
Emas Antam 'Mengamuk'! Harga Tembus Rp3,168 Juta per Gram, Investor Auto Melongo
Kamis 29-01-2026,05:37 WIB
Bukan Cuma Basket! Tiras Dancer dan Tiras Patriot Bikin SMA Titian Teras 'Panas' di Roadshow DBL Jambi 2026
Kamis 29-01-2026,06:39 WIB
Stop Buang Uang ke Skincare yang Nggak Bikin Perubahan
Kamis 29-01-2026,05:04 WIB
Bukan Sekadar Ikut, Tim Basket Putri SMA Titian Teras Pasang Target Final DBL Jambi 2026
Kamis 29-01-2026,11:18 WIB
Digerebek di Jalan Lintas! Polda Jambi Bongkar Pengangkutan 12,3 Ton BBM Ilegal dari Bayat, 3 Orang Diciduk
Terkini
Kamis 29-01-2026,20:57 WIB
Jadi Penutup Roadshow DBL Jambi, Tim Basket Putra SMAN 1 Pasang Mental Juara Hadapi DBL 2026
Kamis 29-01-2026,20:42 WIB
Roadshow DBL Jambi Resmi Berakhir di SMAN 1, Tim Basket Putri Pasang Target Juara Tanpa Kompromi
Kamis 29-01-2026,20:31 WIB
Disebut Maskot Sekolah! SMAN 1 Kota Jambi Jadi Penutup Roadshow Honda DBL 2026, Optimisme Juara Menguat
Kamis 29-01-2026,19:45 WIB