Tulisan-tulisan tersebut diduga berisi luapan kekesalan pribadi, meski kepolisian belum mengungkap secara rinci isi pesannya.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan bahwa motif pelaku lebih bersifat pribadi.
Ia menduga, tindakan pelaku dipicu oleh kurangnya perhatian keluarga yang menyebabkan akumulasi emosi negatif.
BACA JUGA:Viral! Beredar Video Berisi Duel Berandalan Bermotor Pakai Celurit di Kota Jambi
"Ada faktor kurang perhatian dari keluarga yang menumpuk," kata Budi.
Budi juga menegaskan bahwa hasil penyelidikan sejauh ini tidak menemukan keterkaitan pelaku dengan jaringan teror mana pun.
Ia menepis dugaan bahwa tindakan pelaku berhubungan dengan isu agama, meski ledakan terjadi di area masjid sekolah.
"Kejadiannya memang di tempat ibadah, tetapi pelaku bukan anti-Islam. Ini murni tindakan pribadi, bukan dilandasi kebencian terhadap agama," tandasnya.