Untuk menurunkan kadar trombosit yang berlebih, Prof. Aru menjelaskan bahwa dokter biasanya meresepkan Hidroksiurea (HU) atau Anagrelide (ANA).
Hidroksiurea (HU) bekerja dengan menghambat pembentukan seluruh jenis sel darah, namun efek sampingnya bisa berupa anemia dan leukopenia.
Sementara Anagrelide (ANA) lebih spesifik, karena hanya menghambat produksi trombosit tanpa memengaruhi sel darah lainnya.
BACA JUGA:Nah! OJK Minta Perbankan Blokir 27.395 Rekening Judi Online
"Kelebihan trombosit wajib dikendalikan. Jika tidak, risiko stroke, serangan jantung, dan keguguran bisa meningkat tajam," tegas Prof. Aru.
Ketika Trombosit Justru Rendah
Selain kelebihan, kadar trombosit yang terlalu rendah juga berbahaya. Kondisi ini bisa menjadi tanda dari berbagai penyakit seperti demam berdarah (DBD), ITP (gangguan autoimun), efek kemoterapi, anemia aplastik, keracunan obat, infeksi berat, bahkan kanker.