Diketahui, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jakarta akan meniru kota-kota besar dunia, seperti Paris dan Bangkok dalam menangani polusi udara.
Sebelumnya, Kepala DLH Asep Kuswanto menyatakan Jakarta akan menambah stasiun pemantau kualitas udara (SPKU).
Saat ini Jakarta memiliki 111 SPKU, sedangkan Bangkok memiliki 1.000 SPKU dan Paris 400 SPKU. Penambahan SPKU di Jakarta dari sebelumnya hanya lima unit agar pihaknya bisa lebih cepat dan akurat melakukan intervensi.
Ia menambahkan keterbukaan data menjadi langkah penting dalam memperbaiki kualitas udara secara sistematis.
BACA JUGA:Manchester City Libas Juventus 5-2, Pastikan Puncaki Grup G Piala Dunia Antarklub 2025
Asep mengatakan penyampaian data polusi udara harus lebih terbuka agar intervensi bisa lebih efektif. Dia menilai yang dibutuhkan bukan hanya intervensi sesaat, tetapi langkah-langkah berkelanjutan dan luar biasa dalam menangani pencemaran udara.
DLH Jakarta menargetkan penambahan 1.000 sensor kualitas udara berbiaya rendah (low-cost sensors) agar pemantauan lebih luas dan akurat.
sumber: beritasatu.com