Kepolisian Nyatakan Seluruh Pendaki Gunung Marapi yang Terdata Posko BKSDA Sudah Ditemukan

Rabu 06-12-2023,16:54 WIB
Reporter : jambi-independent.co.id
Editor : Risza S Bassar

SUMBAR, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Penyisiran pasca erupsi Gunung Marapi di Sumatera Barat, hingga saat ini masih terus dilakukan.

Kabar terbaru adalah, pihak kepolisian menyatakan bahwa satu jenazah korban erupsi Gunung Marapi telah ditemukan tadi pagi. 

Ini berarti, berdasarkan data pendaki di Posko Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) yang berjumlah 75 orang, sudah ditemukan seluruhnya.

Kabid Humas Polda Sumatera Barat (Sumbar), Kombes Pol Dwi S, mengatakan bahwa satu jenazah yang ditemukan tadi pagi sudah dibawa ke rumah sakit.

BACA JUGA:Zodiak Paling Mager, Suka Menunda Pekerjaan dan Santai

BACA JUGA:Apa yang Dimaksud dengan Islam Merupakan Rahmatan lil’alamin, Ini Penjelasan Habib Ja’far

“Dapat informasi yang satu ini sudah menuju ke rumah sakit. Jadi berdasarkan data sudah lengkap 75,” ungkap Kabid Humas Polda Sumatera Barat (Sumbar) Kombes Pol Dwi S, Rabu tanggal 6 Desember 2023.

Menurut Dwi, meski seluruh korban yang terdata sudah ditemukan, namun proses penyusuran masih akan terus dilakukan.

Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi korban lain, akibat erupsi Gunung Marapi tersebut.

“Data yang kita dapat 75 itu dari pendaki melalui yang terdaftar di online. Dikhawatirkan, masih banyak pendaki lain yang tidak mendaftar melalui aplikasi,” ujarnya.

BACA JUGA:Erupsi Gunung Anak Krakatau, Masyarakat Pesisir dan Nelayan Diminta Waspada

BACA JUGA:Lagi Viral Pengantin Kecewa dengan Bridesmaid, Sebenarnya Apasih Tugas Bridesmaid dalam Pesta Pernikahan?

Lebih lanjut diungkapkannya, berdasarkan data dari posko pengaduan di rumah sakit hingga tadi malam, masih ada 30 keluarga yang belum terinfo keberadaan sanak saudaranya. Oleh karena itu, penyisiran hingga saat ini masih terus dilakukan.

“Berarti masih ada tujuh lagi yang harus dicari,” jelasnya.

Ditambahkan Dwi, saat ini situasi penyisiran di puncak Gunung Marapi memang terkendala cuaca. Kerap turunnya hujan membuat jalan pendakian menjadi licin.

Kategori :