Gunung Marapi Kembali Erupsi, Status Waspada Warga Diminta Jauhi Radius 3 Kilometer
Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali mengalami erupsi pada Senin pagi-Jambi-Independent-TvriPadang
Padang, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Gunung Marapi yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) kembali mengalami erupsi pada Senin pagi pukul 08.46 WIB.
Letusan tersebut melontarkan abu vulkanik dengan ketinggian kolom mencapai sekitar 1,6 kilometer dari puncak gunung.
Petugas Pos Gunung Api (PGA) Gunung Marapi, Bilal Allegra Munbaits, mengatakan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah timur.
“Ketinggian kolom abu teramati sekitar 1,6 kilometer,” kata Bilal di Padang, Senin.
Erupsi tersebut juga terekam pada alat seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 30 milimeter dan berdurasi sekitar 33 detik.
BACA JUGA:Harga Cabai Tembus Rp80 Ribu, BPS Catat Kenaikan IPH di Banyak Wilayah
Saat ini, aktivitas Gunung Marapi masih berada pada status Waspada atau Level II. Seiring dengan kondisi tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat.
PVMBG mengimbau masyarakat, wisatawan, maupun pendaki agar tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas Gunung Marapi, tepatnya di sekitar Kawah Verbeek.
Selain itu, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi lahar dingin, terutama bagi warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak gunung.
Ancaman tersebut dapat meningkat ketika terjadi hujan atau saat musim hujan, karena material vulkanik yang terbawa air berpotensi menimbulkan aliran lahar.
BACA JUGA:Jelang Ramadan, Harga Telur Melonjak di 210 Daerah, Papua Paling Mahal
PVMBG juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan hujan abu vulkanik. Apabila terjadi hujan abu, warga dianjurkan menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan pada saluran pernapasan.
Pihak berwenang terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Marapi dan mengimbau masyarakat agar selalu mengikuti informasi resmi dari instansi terkait.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



