Penggunaan Gas Air Mata dalam Tragedi Kanjuruhan, Begini Penjelasan Polri

Minggu 02-10-2022,19:15 WIB
Editor : Gita Savana

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Tragedi Kanjuruhan yang menghilangkan ratusan nyawa masih hangat menjadi perbincangan.

Salah satunya mengenai penggunaan gas air mata di lokasi tersebut.

Sebagai informasi, kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan pecah usai pendukung Arema memasuki lapangan karena kecewa tim yang dijagokannya kalah melawan Persebaya.

Polisi pun meresponsnya dengan menembakkan gas air mata. Tak cuma terhadap pendukung yang memasuki lapangan, tetapi gas air mata juga ditembakkan ke arah tribun penonton. Hal itu pun memicu terjadinya kepanikan.

BACA JUGA:Selain Mobilisasi Hasil Perkebunan, Jalan yang Dibangun TMMD ke-115 Kodim 0415/Jambi Juga untuk Anak Sekolah

BACA JUGA:TMMD ke-115 Kodim 0415/Jambi, Kades Kembang Seri Baru Bilang Begini

Akibatnya, massa berlarian sambil berdesak-desakan menuju pintu keluar. Beberapa mengalami sesak napas dan terinjak-injak hingga meninggal dunia. Hingga saat ini, setidaknya ada 130 korban tewas dalam tragedi Kanjuruhan.

Polri memberikan tanggapan soal penggunaan gas air mata yang dilakukan oleh anggotanya saat terjadinya tragedi Kanjuruhan di Malang, pada Sabtu 1 Oktober 2022 malam.

Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo mengatakan penggunaan gas air mata tersebut masih dalam pemeriksaan oleh pihaknya.

"Kami masih mengevaluasi dulu (soal penggunaan gas air mata, red)," kata Dedi mengutip GenPi.co, Minggu 2 Oktober 2022.

BACA JUGA:Masyarakat Maro Sebo Ulu Siap Sukseskan TMMD ke-115 Kodim 0415/Jambi

BACA JUGA:Tidak Hanya Kursi DPRD, DAU Sarolangun juga Terancam Berkurang

Nantinya, jika evaluasi secara menyeluruh sudah dilakukan oleh pihaknya, Dedi pun akan menyampaikan hasil tersebut kepada para awak media.

"Kami tidak boleh terburu-buru menyimpulkan. Nanti, hasil secara menyeluruh akan disampaikan kepada teman-teman," ujar dia.

Selain itu, Dedi juga mengatakan bahwa kini Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta Kemenpora Zainudin Amali tengah berangkat ke Malang untuk membahas soal tragedi Kanjuruhan tersebut.

"Sekali lagi, saya minta rekan-rekan media untuk sabar karena Pak Kapolri dan Pak Menpora hari ini melakukan rapat dulu bersama pemerintah daerah Provinsi Jawa Timur. Tentunya, sesuai arahan Presiden berikan kesempatan kepada penyidik untuk bekerja, nanti hasilnya disampaikan," tandas Dedi.*



Kategori :