Korban Kedua yang Tenggelam di Sungai Berbak Akhirnya Ditemukan dalam Keadaan Meninggal Dunia

Jumat 23-09-2022,08:07 WIB
Reporter : Harpandi
Editor : Gita Savana

MUARASABAK, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Upaya pencarian korban kedua atas tenggelamnya perahu ketek atau perahu mesin di Desa Rantaurasau, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjab Timur pada hari Selasa 20 September 2022 kemarin, tuntas sudah.

Setelah sebelumnya, yakni pada hari Kamis 22 September 2022, satu orang korban atas nama Parman (50) ditemukan telah meninggal dunia mengapung diatas permukaan air Sungai Batanghari di wilayah tersebut. Kini, korban terakhir atas nama Rahmat (25) akhirnya berhasil ditemukan juga.

Informasi penemuan korban kedua ini disampaikan langsung oleh Camar Berbak, Juni Nugraha.

Melalui pesan singkat via Whatsapp, Juni mengatakan jika korban kedua ini ditemukan pada Jumat, 23 September 2022 sekitar pukul 05.30 WIB dalam keadaan meninggal dunia.

BACA JUGA:Siapa Membunuh Putri (20) - Kode Etik 

BACA JUGA:Mak Edi

"Berkat kerjasama yang baik antara masyarakat setempat, pihak Basarnas, Polairud, TNI dan Pihak Polsek setempat dari pencarian di hari pertama hingga saat ini, alhamdulillah akhirnya seluruh korban berhasil kita temukan," ucapnya.

Juni juga menjelaskan, pencarian korban kedua atas nama Rahmat ini, yang merupakan anak kandung dari korban atas nama Parman yang pertama kali ditemukan, dilakukan secara ekstra dan juga penuh perjuangan.

Di mana, para petigas yang tergabung dalam tim pencarian harus menyusuri aliran sungai dengan jeli untuk melihat keberadaan tubuh korban.

"Kalau lokasi penemuan jenazah korban kedua ini, jaraknya sekitar satu kilometer dari titik awal yang diduga sebagai lokasi pertama korban terjatuh," jelasnya. 

BACA JUGA:Pembatasan Pembelian BBM Bersubsidi di SPBU Bungo Dimulai, Begini Penjelasannya 

BACA JUGA:Arief Kurniawan Kembali Pimpin SPBUN PTPN VI 2022-2027

Untuk diketahui, kedua korban ini pada hari Selasa 20 September 2022 yang lalu dikabarkan hilang setelah hendak menyeberangi Sungai Batanghari di Kecamatan Berbak menggunakan perahu ketek.

Pada saat itu, perahu ketek yang mereka naiki dalam keadaan sarat muatan bibit sawit yang hendak mereka antar ke salah seorang pemesan yang berada di seberang sungai tersebut.

Bukan hanya itu, saat hendak berangkat, keluarga korban sudah mengingatkan, agar kedua korban tidak menyeberangi sungai membawa bibit sawit itu menggunakan perahu ketek yang mereka bawa.

Kategori :