Marak Startup PHK Karyawan, Ini Kata Pengamat

Rabu 21-09-2022,19:35 WIB
Editor : Surya Elviza

JAKARTA,JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID  - Marak Startup melakukan PHK kepada karyawannya. Padahal sebelumnya beberapa startup melakukan promo besar besaran untuk menggaet konsumen.

 

Salah satunya adalah perusahaan teknologi Shopee Indonesia yang baru-baru ini melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada sejumlah karyawannya di Indonesia

 

Tentunya keputusan ini dinilai sulit ditengah kondisi ekonomi saat ini yang saat ini juga masih kurang baik.

 

Head of Public Affairs Shopee Indonesia Radynal Nataprawira mengatakan keputusan PHK yang dilakukan Shopee terkait dengan kondisi ekonomi global.

BACA JUGA:Siapa Sangka, Rutin Jalan Kaki Ternyata Bisa Cegah Pikun Lho

BACA JUGA:Pemkot Jambi Bakal Gelar Pasar Murah, Warga di Kelurahan Ulu Gedong Dapat 135 Kupon

 

Pihaknya mengatakan keputusan melakukan PHK itu merupakan keputusan yang sangat sulit

 

Menanggapi hal tersebut, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda memperkirakan efisiensi bisnis di industri startup masih akan terus berlanjut seperti dikutip dari JPNN.com

Menurutnya, keputusan Shopee Indonesia melakukan PHK atas sejumlah karyawannya karena di tengah persaingan bisnis e-commerce yang ketat. 

"Saya rasa masih akan berlanjut, di mana kalau kita ketahui bersama, sebelum Shopee, ada beberapa startup lokal yang PHK karyawan, bahkan tutup usaha," ujar Nailul, Rabu 21 September 2022.

BACA JUGA:PKS akan Usung Khofifah Sebagai Cawapres

BACA JUGA:Pengambilan Sumpah di Polda Jambi, Kompol Mas Edy: Melahirkan Anggota Polri yang Berkualitas

Menurutnya, kesulitan pendanaan dan kebutuhan akan efisiensi biaya menjadi penyebab utama PHK karyawan. 

Persaingan yang ketat di beberapa sektor industri digital juga menjadi salah satu penyebab.

Jika pendanaan masih seret dan persaingan makin ketat, saya rasa masih akan ada lagi perusahaan digital yang melakukan efisiensi," katanya.

Selain itu, pendapatan dari Garena anjlok, andalannya ialah Shopee (e-commerce), dan kemungkinan akan efisiensikan di pengantaran makanan dan minuman (food delivery).

BACA JUGA:Vendor Reklame Mulai Bongkar Papan Reklame di depan Transmart, Begini Situasinya

BACA JUGA:Jalan Jendral Sudirman Depan Transmart Macet, Ini Alasannya

Nailul menjelaskan persaingan di industri food delivery juga ketat dan kemungkinan sudah masuk ke endemi sehingga  orang akan makan minum di tempat lagi.

"Kalau untuk ke depan, masih akan prospeknya untuk e-commerce. Namun, memang yang jadi masalah sektor lainnya dari Shopee dan beban marketing-nya juga besar. Jadi, mereka efisiensi bisa berhemat untuk tetap bisa bersaing," tegasnya. *


Kategori :