Hadapi Karhutla, Dinas PUTR Provinsi Jambi Siagakan 30 Alat Berat dan 75 Personel
Kepala UPTD Workshop dan Peralatan PUTR Provinsi Jambi, M. Naufal Afandi.-SEPTIN RITA ANDINI/JAMBI INDEPENDENT-
JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID, - Menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta berbagai potensi bencana alam lainnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi JAMBI melalui UPTD Workshop dan Peralatan telah menyiapkan puluhan alat berat dan personel yang siap diterjunkan kapan saja.
Kepala UPTD Workshop dan Peralatan PUTR Provinsi JAMBI, M. Naufal Afandi, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan untuk mendukung penanganan Karhutla maupun bencana alam lainnya di wilayah Provinsi JAMBI.
"Kami dari PUTR sudah mempersiapkan personel dan alat-alat berat. Jika sewaktu-waktu terjadi Karhutla atau bencana lainnya, tim kami siap bergerak ke lokasi," kata Naufal.
Ia menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 30 unit alat berat yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Provinsi JAMBI.
Alat berat tersebut terdiri atas ekskavator, bomag, grader, long arm excavator, backhoe loader, hingga bulldozer yang dapat digunakan sesuai kebutuhan penanganan di lapangan.
Menurut Naufal, daerah yang menjadi fokus perhatian terkait potensi karhutla berada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Kedua wilayah tersebut selama ini dikenal sebagai daerah yang cukup rawan mengalami kebakaran hutan dan lahan.
"Untuk penanganan Karhutla, titik fokus kami berada di Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat karena wilayah tersebut cukup sering mengalami kebakaran hutan dan lahan," ujarnya.
BACA JUGA:Libatkan Orang Rimba, Pemprov Jambi Perkuat Pencegahan Karhutla
Sementara itu, untuk potensi bencana tanah longsor, Dinas PUTR Jambi telah memetakan sejumlah daerah yang kerap mengalami kejadian serupa, yakni Kabupaten Kerinci, Merangin, dan Bungo.
Selain menyiapkan alat berat, PUTR Jambi juga menyiagakan sekitar 75 personel yang tersebar di berbagai wilayah.
Personel tersebut siap diterjunkan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan apabila terjadi bencana.
"Ada sekitar 75 personel yang siaga. Mereka tersebar di berbagai daerah dan tinggal diperintahkan untuk bergerak ke lokasi yang membutuhkan penanganan," jelasnya.
BACA JUGA:Jambi Jadi Sorotan! Termasuk dalam 6 Daerah Rawan Karhutla, Ini Arahan Menteri LH Hanif Faisol
Naufal menambahkan, hingga saat ini kondisi akses jalan di wilayah rawan bencana masih relatif aman.
Meski demikian, pihaknya tetap meningkatkan kesiapsiagaan dan akan segera turun ke lapangan apabila terjadi bencana yang mengganggu akses masyarakat.
"Jika terjadi bencana seperti longsor, tim kami akan langsung turun ke lokasi. Seperti kejadian longsor beberapa waktu lalu, kami segera melakukan penanganan agar akses jalan kembali normal," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



