Indonesia Akan Untung Besar, Kementerian Perindustrian dan Mitsubishi Perkuat Kerja Sama

Selasa 28-06-2022,11:24 WIB
Editor : Surya Elviza

JAKARTA,JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID-Mitsubishi akan memperkuat kerjasama dengan Pemerintah Indonesia.

  Hal ini disampaikan oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita.   Dikatakan Agus bahwa pihaknya sudah melaksanakan pertemuan dengan para pelaku usaha dari Negeri Sakura. Diantaranya dengan prinsipal otomotif Mitsubishi Motors Corporation (MMC).   BACA JUGA:Harga Sawit di Jambi Turun, Dinas Perkebunan: Sabar, Jangan Demo   BACA JUGA:Pastikan Kehandalan Fasilitas Operasi, EGM Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Laksanakan MWT ke FT Jambi   Dalam pertemuan tersebut, Mitsubishi berkomitmen akan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi dan hub ekspor.   Menperin dan pihak Mitsubishi membahas sejumlah isu terkait kegiatan produksi mobil Mitsubishi di tanah air.   Mitsubishi menargetkan kinerja ekspornya di tahun ini mencapai 72 ribu unit, atau naik 30 ribu dibandingkan 2021. Peningkatan ini akan memberikan sumbangsih surplus neraca perdagangan sebesar Rp 7 triliun.   “Tentunya Mitsubishi akan meningkatkan pasar ekspor sehingga memberikan sumbangsih nyata pada kinerja ekspor Indonesia,” ujar Menperin, Selasa 28 Juni 2022.   Selain itu, Mitsubishi berkomitmen menambah negara tujuan ekspor dan memberikan izin kepada agen pemegang merek (APM) di Indonesia untuk menambah sembilan negara lagi.   Saat ini, APM Mitsubishi di Indonesia sudah mengekspor mobil ke 30 negara, bahkan Australia akan menjadi salah satu negara yang masuk dalam list ekspor.   Menurut Agus, Australia merupakan pasar yang sangat penting bagi Indonesia. Apalagi, Indonesia dan Australia sudah terikat perjanjian perdagangan bebas Comperhensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).  
Pasar Australia ini sangat besar, Indonesia sudah punya kesepakatan dagang sehingga sayang sekali bila tidak dimanfaatkan," ungkapnya.
 
Kunjungan Menperin ke Mitsubishi kali ini merupakan tindak lanjut dari hasil kunjungan pada Maret 2021 lalu, di antaranya rencana penambahan investasi sebesar Rp 11,2 triliun hingga 2025.
 
BACA JUGA:Investor Pasar Modal Indonesia Lampaui 9 Juta, Didominasi Generasi Muda
 
BACA JUGA: Jasa Raharaja Jambi Teken Perjanjian Kerja Sama Pelaksanaan Penyetoran Iuran Wajib Trans Siginjai
 
Melalui penambahan investasi, Mitsubishi menargetkan peningkatan kapasitas produksi di Indonesia, dari 220 ribu unit menjadi 250 ribu unit kendaraan.
 
Rencananya, Mitsubishi akan memproduksi tipe Xpander Hybrid dan dua model baru yang diproduksi pada 2023 seperti dikutip dari jpnn.com
 
“Kami terus mendorong Mitsubishi agar dapat memproduksi kendaraan KBL berbasis baterai di Indonesia dengan penggunaan ukuran baterai yang lebih kecil menggunakan baterai 20 kWH dan driving range 170 kilometer,” tutup Agus. (viz) 
Tags : #mitsubishi #menteri perindustrian #kerjasama #kemenperin #jepang
Kategori :

Terkait

Terpopuler

Terkini