Miris, Pasutri Lansia di Tanjab Timur Jadi Korban Pencurian, Ini Keterangan Korban

Senin 27-06-2022,07:03 WIB
Reporter : Harpandy
Editor : Rizal Zebua

MUARASABAK, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Sepasang suami istri paruh baya kehilangan 100 kg buah pinang kering yang sudah mereka olah, yang rencananya akan dijual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Abdul Kadir Jailani (79) warga Jumantan,RT 9, Kelurahan Talangbabat, Kecamatan Muarasabak Barat, Kabupaten Tanjab Timur ini mengalami kerugian sekitar setengah juta lebih akibat ulah pencuri yang menggondol buah pinang miliknya.

"Sayo tau nyo Sabtu 18 Juni 2022 pagi, pas sayo nak ke kamar mandi di luar rumah ni, sayo nengok kok buah pinang kering di tempat penjemurannyo tinggal sedikit," ucapnya.

Mengetahui hal itu, pria yang akrab disapa Cik Kadi ini lantas memanggil istrinya untuk sama-sama memeriksa pondok tempat menjemur pinang yang berada tepat di samping rumahnya.

BACA JUGA:PPBD Kota Jambi Dibuka, Yuk Cek Persyaratan Jalur Zonasi dan Afirmasi

BACA JUGA:Mau Ikuti Lelang Jabatan di Kerinci, Yuk Cek Syarat-Syaratnya


"Pas kami tengok, sebagian pinang kering milik kami yang siap jual tu sudah hilang. Satu karung ukuran besar jugo ilang, mungkin di pakek maling tu untuk bawak pinang ini," ujarnya.

Dirinya menjelaskan, seluruh buah pinang kering yang mereka siapkan untuk dijual beratnya sekitar 240 kg.

"Sesudah kejadian itu, pas kami jual berat pinang yang tersisa tinggal 140 kg. Berarti yang hilang tu sekitar satu pikul (100 kg), kalau dijual sekitar 600 ribu duitnyo," jelasnya.

Diduga, pelaku pencurian melintasi semak di sekitar rawa yang berada di bawah rumah Cik Kadir sebelum akhirnya masuk dengan cara melewati pagar kayu yang terpasang di sekitar rumah korban.

BACA JUGA:Mau Daftar PPDB Kota Jambi Lewat Jalur Zonasi, Nih Cek Wilayah Zonasi Masih-Masing Sekolah

BACA JUGA:7 Manfaat Minum Teh Secara Rutin, Bagus untuk Kesehatan Tubuh dan Kulit



"Sayo dak tau berapa orang malingnyo. Mungkin dio keluar masuk lewat semak ni, terus manjat pagar kayu ni. Soalnyo di dekat semak situ ada terpal bekas lantai jemur pinang kami ni," ungkapnya.

Pria yang merupakan warga asli Jumantan ini juga menjelaskan jika kejadian ini merupakan peristiwa yang pertama kali ia alam selama bermukim di wilayah yang berada tidak jauh dari pusat perkantoran Muarasabak ini.

"Baru kali ni lah kami ngalami musibah macam ini. Mudah-mudahan pelakunya biso ditangkap, biar kampung kami ni aman," jelasnya. (pan/zen)

Tags :
Kategori :

Terkait