4 Hektare Lahan Terbakar Tahun Ini, Berikut Penjelasan BPBD Tanjab Timur

Jumat 10-06-2022,18:06 WIB
Reporter : Harpandy
Editor : Rizal Zebua

MUARASABAK, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Menjadi salah satu perhatian utama pemerintah, kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) selalu diantisipasi sejak dini oleh pihak terkait, baik itu dari segi pengawasan, pencegahan dan juga penanganannya.

 

Sebab, jika terjadi kasus Karhutla di suatu wilayah, tentunya akan membawa beberapa dampak buruk, salah satunya dari segi kesehatan masyarakat.

 

Hal ini dikarenakan, polusi udara yang ditimbulkan dari kasus Karhutla ini akan mengganggu kesehatan pernapasan masyarakat yang berada di radius terdekat dari lokasi Karhutla itu terjadi.

 

Untuk di Kabupaten Tanjab Timur sendiri, berdasarkan data dari BPBD setempat selama tahun 2021 ada sebanyak 29,29 hektare hutan dan lahan yang terbakar di kabupaten ini.

BACA JUGA:Minta Perhatikan Kualitas Pekerjaan Jalan, Ini yang Dikatakan Pj Bupati Muarojambi Bachyuni

BACA JUGA:Kejurnas Paralayang dan Gantolle Resmi Digelar, Ini Harapan Wali Kota Sungaipenuh

 

"Lokasinya tersebar hampir merata di setiap wilayah yang ada di Kabupaten Tanjab Timur. Di mana, dari 11 kecamatan yang ada di kabupaten ini, pada tahun 2021 kasus Karhutla terjadi di tujuh kecamatan," ucap Indra Gunawan, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tanjab Timur.

 

Kasus Karhutla terbesar yang terjadi pada tahun 2021 yang lalu berlokasi di Kecamatan Sadu dengan total hutan dan lahan yang terbakar sebanyak 19,29 hektare, diikuti Kecamatan Nipahpanjang dengan total 4,00 hektare, Kecamatan Mendaharaulu 2,00 hektare.

 

Selanjutnya untuk Kecamatan Muarasabak Barat, Muarasabak Timur, Dendang dan Kecamatan Mendahara, kasus Karhutla yang terjadi di masing-masing kecamatan tersebut pada tahun 2021 berjumlah 1,00 hektare.

 BACA JUGA:Ini Makna Ilmiah Wangi Daun Eucalyptus pada Jasad Eril yang Masih Utuh

BACA JUGA:Kejar Realisasi Komitmen Program Kerja KKKS, SKK Migas Lakukan Ini

"Sedangkan untuk 4 kecamatan lainnya yakni Kecamatan Kualajambi, Geragai, Berbak dan Kecamatan Rantaurasau nihil Kasus Karhutla pada tahun 2021 yang lalu," ungkapnya.

 

Kemudian dirinya menjelaskan, hingga memasuki pertengahan tahun 2022, kasus Karhutla yang terjadi di Kabupaten Tanjab Timur tercatat totalnya sebanyak 4,00 hektare yang terjadi di dua kecamatan.

 

"Di mana, pada kasus Karhutla yang terjadi di Kecamatan Kualajambi totalnya sebanyak 1,00 hektare dan untuk di Kecamatan Sadu totalnya 3,00 hektare," jelasnya. (pan/zen)

Tags :
Kategori :

Terkait