bank jambi terbaru

TELAGA BIRU DAN CERITA TUJUH DANAU YANG TERSEMBUNYI DI MERANGIN

TELAGA BIRU DAN CERITA TUJUH DANAU YANG TERSEMBUNYI DI MERANGIN

Telaga Biru di Desa Tanjung Alam, Kecamatan Jangkat Timur, Kabupaten Merangin, yang menjadi salah satu dari tujuh danau di daerah tersebut.-Zelahayani-

JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Ketika membicarakan danau di Kabupaten Merangin, danau Pauh mungkin menjadi nama yang lebih dahulu dikenal. Namun, wilayah ini ternyata menyimpan lebih banyak perairan alami di kawasan pegunungannya.

Salah satunya Telaga Biru yang berada di Desa Tanjung Alam, Kecamatan Jangkat Timur. Keberadaan Telaga Biru menjadi bagian dari cerita yang lebih besar mengenai kekayaan perairan alami Kabupaten Merangin.

Pemerintah Kabupaten Merangin menyebut daerah tersebut memiliki tujuh danau, yakni Danau Mabuk, Danau Kumbang, Danau Kecil, Danau Merah, Danau Kosong, Telaga Biru, dan Danau Depati IV.

Fakta tersebut memberikan sudut pandang berbeda ketika Telaga Biru dibicarakan. Destinasi ini tidak hanya menarik karena warna airnya, tetapi juga karena keberadaannya menjadi salah satu bagian dari rangkaian danau yang tersebar di wilayah Merangin.

BACA JUGA:Rawa Bento, Ekosistem Rawa Dataran Tinggi yang Menjadi Ruang Wisata Berbasis Konservasi di Kerinci

Dalam data pariwisata resmi Pemerintah Kabupaten Merangin, Telaga Biru tercatat berada di Desa Tanjung Alam, Kecamatan Jangkat Timur. Status pengelolaannya tercatat sebagai milik masyarakat. Dokumen pemerintah daerah juga memasukkan Telaga Biru dan Air Terjun Lima Belas Tingkat sebagai objek wisata di Kecamatan Jangkat Timur.

Lokasi tersebut memperlihatkan bahwa potensi wisata Merangin tidak hanya terkonsentrasi di kawasan yang selama ini lebih sering dibicarakan. Jangkat Timur memiliki sejumlah objek yang dapat dikembangkan berdasarkan karakter alamnya sendiri.

Telaga Biru menarik perhatian terutama karena karakter perairannya yang berwarna biru. Namun, menyebut warna tersebut saja sebenarnya belum cukup untuk menjelaskan mengapa tempat ini penting. Nilai Telaga Biru justru dapat dibaca melalui konteks kawasan tempat ia berada.

Kabupaten Merangin merupakan wilayah yang memiliki topografi dari dataran rendah hingga kawasan pegunungan. UNESCO mencatat Merangin Jambi UNESCO Global Geopark berada di bagian tengah Pulau Sumatra dengan kawasan dataran rendah di sisi timur dan dataran tinggi di bagian barat.

BACA JUGA:Resep Membuat Makanan Sederhana, Sambal Teri Cempokak, Pedas Gurih Lezat Bikin Nagih

Gunung Masurai menjadi salah satu elemen utama kawasan dengan ketinggian mencapai sekitar 2.900 meter di atas permukaan laut.

Kondisi geografis tersebut membantu menjelaskan mengapa Merangin memiliki berbagai bentuk perairan alami. Danau-danau di wilayah pegunungan bukan sekadar titik air yang berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari sistem alam yang terbentuk melalui proses geologi dan kondisi bentang alam.

Telaga Biru juga memiliki posisi menarik karena berada di kawasan yang dalam dokumen pembangunan daerah disebut bersama Air Terjun Lima Belas Tingkat. Kombinasi dua objek tersebut menunjukkan bahwa satu kawasan dapat memiliki lebih dari satu potensi wisata berbasis air.

Cerita ini bisa menjadi penting bagi pengembangan pariwisata daerah. Selama ini promosi destinasi sering kali dilakukan secara terpisah berdasarkan nama objek. Padahal, wisatawan dapat melihat kawasan Jangkat Timur sebagai satu rangkaian perjalanan yang memiliki karakter alam yang saling berhubungan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait