Dinas Kesehatan Muaro Jamb Siapkan 23 Rumah Oksigen Gratis
Dinas Kesehatan Muaro Jambi siapkan 23 rumah oksigen gratis imbas karhutla.-foto; ilustrasi-
MUARO JAMBI ,JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang masih menyelimuti Kabupaten MUARO JAMBI menjadi perhatian serius. Pemkab MUARO JAMBI melalui Dinas Kesehatan menghadirkan 23 Rumah Oksigen Gratis yang disebar di seluruh Puskesmas.
Langkah ini menjadi bentuk upaya Pemerintah Daerah dalam memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat di tengah ancaman dampak kabut asap yang dapat mengganggu sistem pernapasan.
Terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi, Aang Hambali, mengatakan sesuai instruksi Bupati dan Wakil Bupati, rumah oksigen tersebut disiapkan untuk memberikan kemudahan akses pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan, tanpa harus memikirkan biaya layanan.
BACA JUGA: Motor Bantuan Presiden Prabowo Mulai Digunakan Untuk Capai Lokasi Karhutla
“Di tengah kondisi kabut asap akibat karhutla ini, Bupati ingin memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan. Karena itu, rumah oksigen kami hadirkan di 23 puskesmas yang tersebar di wilayah Kabupaten Muaro Jambi,” kata Aang, Senin, 19 Oktober 2026 siang.
Aang menyampaikan, layanan rumah oksigen tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis. Dengan demikian, warga yang membutuhkan bantuan oksigen dapat mendatangi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan medis.
“Layanan rumah oksigen ini gratis. Kami berharap keberadaannya benar-benar bisa membantu masyarakat, khususnya mereka yang mengalami gangguan pernapasan akibat kondisi udara yang kurang baik,” sampainya.
Menurut Aang, keberadaan 23 titik rumah oksigen ini juga diharapkan dapat mempermudah masyarakat memperoleh akses pelayanan kesehatan tanpa harus menempuh perjalanan terlalu jauh.
Puskesmas, kata dia, menjadi salah satu garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada warga ketika kondisi lingkungan berpotensi mempengaruhi kesehatan.
BACA JUGA:Gelar Studium Generale, UNJA Hadirkan Dubes Palestina Bahas Diplomasi dan Perdamaian
“Kami berupaya agar pelayanan kesehatan tetap bisa dijangkau masyarakat. Dengan tersedianya rumah oksigen di 23 puskesmas, warga dapat mendatangi fasilitas kesehatan terdekat apabila membutuhkan pertolongan,” ujarnya.
Di sisi lain, Aang mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh dampak kabut asap. Paparan asap karhutla dapat memicu berbagai keluhan kesehatan, mulai dari iritasi mata dan tenggorokan hingga batuk serta gangguan pernapasan.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kabut asap semakin pekat, menjaga kondisi tubuh, serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan kesehatan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:






