bank jambi baru

ADAS Kian Marak di Mobil Baru, Ini Alasannya

ADAS Kian Marak di Mobil Baru, Ini Alasannya

Fitur ADAS pada mobil-ist/jambi-independent.co.id-

JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID- Belakangan ini semakin banyak mobil baru, dari kelas menengah hingga premium, yang dibekali fitur ADAS atau Advanced Driver Assistance System seperti Automatic Emergency Braking, Lane Keeping Assist, Adaptive Cruise Control, hingga Blind Spot Monitoring. 

Fenomena ini bukan sekadar tren pemasaran, melainkan didorong oleh sejumlah data dan faktor konkret yang terjadi di industri otomotif global maupun domestik.

Human error masih jadi penyebab utama kecelakaan

Data Kementerian Perhubungan menunjukkan bahwa faktor manusia menyumbang sekitar 61 persen dari total kasus kecelakaan lalu lintas di Indonesia

BACA JUGA:Apple Dikabarkan Bayar RAM Lebih Mahal Untuk Tahun 2027

Sementara itu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi mencatat bahwa untuk kasus kecelakaan angkutan darat, sekitar 80 persen disebabkan oleh human error, dengan kelelahan pengemudi atau fatigue menjadi faktor paling dominan.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono bahkan menyoroti bahwa pemeriksaan kesehatan pengemudi angkutan darat di Indonesia belum memiliki standar baku seperti moda transportasi lain, misalnya penerbangan atau perkeretaapian.

Kondisi inilah yang membuat teknologi seperti AEB dan peringatan tabrakan dini dianggap penting sebagai lapisan pengaman tambahan saat konsentrasi atau reaksi pengemudi menurun.

Standar keselamatan global semakin ketat

BACA JUGA:RAM Makin Mahal, Valve Tetap Gas Kembangkan Steam Deck 2

Lembaga penilai keselamatan kendaraan seperti Euro NCAP terus memperbarui protokol pengujiannya. Pada 2026, Euro NCAP memperluas penilaian dengan menitikberatkan pada teknologi bantuan pengemudi dan kemampuan kendaraan mencegah kecelakaan sejak awal.

Bukan hanya melindungi penumpang saat tabrakan sudah terjadi. Sistem seperti Autonomous Emergency Braking dan Lane Support kini diuji dalam skenario yang lebih mendekati kondisi jalan nyata, termasuk interaksi dengan pesepeda dan pejalan kaki.

Tren serupa terjadi di Australia, di mana pemerintah federal mewajibkan teknologi lane keep assist pada seluruh mobil penumpang dan kendaraan niaga ringan baru mulai 1 Maret 2029.

Berbarengan dengan kewajiban sistem AEB yang mampu mendeteksi pesepeda. Regulasi ini bahkan sudah berdampak nyata, di mana sejumlah model seperti Mitsubishi ASX, Eclipse Cross, Pajero Sport, dan Mazda6 dihentikan penjualannya di Australia pada 2025 karena sistem AEB yang digunakan belum memenuhi parameter operasional yang ditetapkan regulator.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait