bank jambi baru

Satu-satunya dari Sumatera, Tim DengueSight UNJA Tembus Semifinal Nasional SEC Satria Data 2026

Satu-satunya dari Sumatera, Tim DengueSight UNJA Tembus Semifinal Nasional SEC Satria Data 2026

Tim mahasiswa Universitas Jambi (UNJA), DengueSight, berhasil menembus babak semifinal tingkat nasional pada ajang Statistics Essay Competition (SEC) Satria Data 2026.--ist/jambi-independent.co.id--

JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Tim mahasiswa Universitas Jambi (UNJA), DengueSight, berhasil menembus babak semifinal tingkat nasional pada ajang Statistics Essay Competition (SEC) Satria Data 2026.

Capaian ini menempatkan UNJA sebagai satu-satunya perwakilan perguruan tinggi dari Pulau Sumatera di kategori tersebut.

Kompetisi tahunan ini diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdiktisaintek bekerja sama dengan Universitas Diponegoro selaku tuan rumah.

Penetapan kelulusan tersebut tertuang dalam surat resmi Ditjen Diktisaintek Nomor 2990/DST/B2/DT.01.01/2026 yang dirilis pada 7 Agustus 2026.

BACA JUGA:Jelajah Eksotisme Alam Jambi: Dari Puncak Bukit, Air Terjun Tersembunyi hingga Danau Biru

Grup yang dipimpin oleh Muhammad Faris Rizqullah bersama anggota Adinda Aisyah Welliani dan Marwin Federico Aslen ini menyisihkan 769 tim lain dari berbagai kampus se-Indonesia.

Di fase semifinal, DengueSight bersaing bersama 19 tim unggulan lainnya, seperti dari ITB, ITS, Unair, dan UGM.

Solusi Prediksi Kasus DBD Berbasis Pembelajaran Mesin

Di bawah bimbingan I Made Dwi Mertha Adnyana, M.Ked.Trop., dosen Departemen Mikrobiologi dan Parasitologi FKIK UNJA, tim mengajukan gagasannya pada subtema Transformasi Digital dan Tata Kelola Data Nasional.

BACA JUGA: Bawa Penyegaran Mesin, Kawasaki Tebar Teaser Ninja H2 Terbaru: Siap Meluncur di EICMA 2026?

Inovasi bertajuk “DengueSight: Sistem Prediksi berbasis Machine Learning dan Data Surveilans Multisumber untuk Deteksi Dini Risiko Dengue di Indonesia” tersebut dirancang sebagai solusi atas tren lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

Data nasional menunjukkan kenaikan incidence rate epidemi DBD hingga 137,5 persen selama kurun 2020–2024.

“Kesenjangan antara target penanganan global dan realitas kasus di lapangan mendorong kami merancang pemodelan prediktif berbasis machine learning. Kami mengintegrasikan beragam sumber data surveilans agar peringatan dini risiko wilayah bisa teridentifikasi lebih akurat,” jelas Faris.

Proses penyusunan gagasan ini menyatukan analisis statistika kesehatan, pemahaman teknis algoritma, hingga integrasi data antarsistem kesehatan yang selama ini masih terfragmentasi.

BACA JUGA:Xbox Disc-to-Digital: Begini Cara Kerja dan Keuntungannya untuk Gamer

Apresiasi dan Rencana Pengembangan

Dekan FKIK UNJA, Dr. dr. Humaryanto, Sp.OT., M.Kes., mengapresiasi pencapaian para mahasiswanya.

Menurutnya, hasil ini membuktikan bahwa mahasiswa kedokteran UNJA memiliki keahlian analitik data yang bersaing.

Ke depan, pihak fakultas berkomitmen mendorong kolaborasi lintas disiplin—khususnya antara ilmu kedokteran, sains data, dan ilmu komputer—agar model DengueSight dapat diaplikasikan langsung oleh dinas kesehatan lokal.

BACA JUGA:MPV Mewah Berteknologi Hi4, GWM Wey G9 Siap Meramaikan Pasar Indonesia

Rangkaian semifinal akan diselenggarakan secara daring pada 16–18 September 2026. Pada tahap ini, tim difokuskan untuk memperkuat validasi metodologi statistik serta menyusun ringkasan kebijakan (policy brief) yang aplikatif bagi sektor kesehatan publik. * 

Sumber: https://www.unja.ac.id/

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait