bank jambi baru

Udara Tak Sehat, Pemkot Jambi Gelar Rapat

Udara Tak Sehat, Pemkot Jambi Gelar Rapat

KABUT ASAP: Kabut asap terlihat di kawasan Thehok, Kota Jambi, pada Minggu (23/8).-JENNIFER AGUSTIA/JAMBI INDEPENDENT-

JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Kualitas udara di Kota JAMBI masuk kategori tidak sehat setelah Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai angka 101 pada Minggu (23/8) pukul 12.00 WIB.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota JAMBI, Mahruzar, mengatakan angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan hasil pemantauan satu jam sebelumnya yang masih berada di angka 89.

“Baru pukul 12.00 WIB tadi ISPU berada di atas 100. Sebelumnya masih di bawah 100, termasuk kemarin,” kata Mahruzar di JAMBI, Minggu (23/8).

Menurutnya, ISPU di atas 100 menunjukkan kualitas udara masuk kategori tidak sehat. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok rentan yang memiliki gangguan pernapasan.

BACA JUGA:ISPU Muaro Jambi Sempat 206 , Paling Tinggi Dibandingkan Kabupaten Lain di Jambi

Mahruzar mengimbau kelompok rentan menggunakan masker dan mengurangi aktivitas yang berpotensi memperburuk kondisi pernapasan selama kualitas udara berada pada kategori tersebut.

“Masyarakat yang dalam kondisi sehat belum direkomendasikan menggunakan masker,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penggunaan masker bagi masyarakat secara umum baru direkomendasikan apabila ISPU telah mencapai lebih dari 150.

DLH Kota Jambi juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kualitas udara. Pemerintah Kota Jambi akan mengeluarkan surat edaran kepada masyarakat apabila ISPU meningkat hingga lebih dari 150.

BACA JUGA:ISPU Capai 190, Udara Muarojambi Tidak Sehat

Mahruzar mengatakan, peningkatan ISPU di Kota Jambi kemungkinan dipengaruhi asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari wilayah sekitar yang terbawa angin.

“Insyaallah potensi kebakaran hutan dan lahan juga tidak ada, karena Kota Jambi tidak memiliki hutan yang luas,” katanya.

Menurutnya, apabila terjadi kebakaran di wilayah Kota Jambi, umumnya hanya berupa kebakaran semak belukar.

Kondisi kualitas udara yang tidak sehat tersebut terjadi bersamaan dengan munculnya kabut asap di sejumlah wilayah Kota Jambi sejak Minggu pagi.

BACA JUGA:Dua Perusahaan di Tebo Jadi Penyumbang Kabut Asap

Kabut asap bertahan hingga sore hari dan membuat udara terlihat lebih pekat di sejumlah kawasan.

Kondisi tersebut juga menyebabkan jarak pandang di beberapa ruas jalan menurun dibandingkan kondisi normal. Pengendara diminta lebih berhati-hati, terutama saat melintasi kawasan dengan jarak pandang terbatas.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Jambi akan menggelar rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) pada Senin (24/8).

Rapat rencananya dipimpin langsung Wali Kota Jambi Maulana untuk membahas langkah penanganan dampak Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kota Jambi.

BACA JUGA:Kabut Asap Mulai Memburuk di Jambi, Sekolah Bakal Diliburkan? Ini Kata Gubernur Al Haris

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jambi, Doni Sumtraidi, mengatakan hingga Minggu sore belum ada keputusan khusus yang diambil Pemkot Jambi terkait kondisi kabut asap.

“Besok kami akan rapat bersama Forkopimda yang dipimpin langsung oleh Pak Wali Kota. Dari rapat itu nanti akan dibahas langkah-langkah yang perlu dilakukan terkait kondisi kabut asap ini,” ujar Doni, Minggu (23/8).

Doni mengatakan BPBD masih melakukan pemantauan terhadap kondisi kabut asap yang mulai terlihat di sejumlah kawasan Kota Jambi sejak Minggu pagi.

Menurutnya, pemerintah tidak ingin mengambil keputusan secara terburu-buru sebelum mendapatkan gambaran kondisi secara menyeluruh.

BACA JUGA:658,29 Hektare Lahan Terbakar, 62 Kasus dalam Proses Hukum

“Kami tidak ingin mengambil langkah sendiri-sendiri. Besok akan kami koordinasikan bersama Forkopimda. Pak Wali Kota akan memimpin rapat tersebut, dan dari sana akan dilihat kondisi serta langkah apa yang paling tepat,” katanya.

Selain kondisi udara, pemerintah juga akan mempertimbangkan perkembangan Karhutla dan dampaknya terhadap masyarakat.

Hasil pemantauan serta koordinasi dengan instansi terkait akan menjadi bahan dalam menentukan kebijakan.

Salah satu opsi yang menjadi perhatian adalah kemungkinan penerapan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Jambi serta penyesuaian aktivitas belajar mengajar di sekolah.

BACA JUGA:Jambi Berasap! Batik Air dan Super Air Jet Gagal Mendarat di Bandara Sultan Thaha

Namun, hingga Minggu sore, belum ada keputusan mengenai penerapan kebijakan tersebut.

Kepala BKPSDMD Kota Jambi, Rizalul Fikri, sebelumnya menyatakan belum ada instruksi khusus bagi ASN Pemkot Jambi untuk bekerja dari rumah akibat kabut asap.

“Belum ada instruksi khusus mengenai hal itu,” ujarnya.

Dengan demikian, aktivitas perkantoran Pemkot Jambi pada Senin masih mengikuti ketentuan kerja yang berlaku sambil menunggu hasil rapat Forkopimda dan arahan lebih lanjut dari Wali Kota Jambi.

BACA JUGA:IPA Tanjung Sari Dikuras, Pelanggan Diminta Tampung Persediaan Air

Doni menegaskan, keputusan mengenai kebijakan penanganan kabut asap akan ditentukan setelah pemerintah melihat perkembangan kondisi terbaru dan hasil pembahasan bersama Forkopimda.

“Intinya besok kita rapat dulu. Kita lihat perkembangan kondisi dan data yang ada. Setelah itu baru ditentukan apakah memang diperlukan langkah tertentu dari pemerintah daerah,” tuturnya.




Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait