Karhutla Jambi! 658,29 Hektare Lahan Terbakar, 62 Kasus dalam Proses Hukum
KARHUTLA: Pemadaman di lokasi kebakaran hutan dan lahan di Deaa Muntialo, Kabupaten Tanjab Barat.-FOTO ANTARA-
JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Tim gabungan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Jambi memasuki hari ketiga masih berjibaku memadamkan api di Desa Muntialo, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjab Barat, Sabtu 22 Agustus 2026.
Kepala Manggala Agni Daops Bukit Tempurung, Sandy Prabowo, mengatakan tim pada hari ketiga fokus menyisir sisi kiri dan kanan area yang masih mengeluarkan asap, termasuk bagian utama yang terbakar dan menjadi sumber api.
“Target hari ini tim menyisir sisi kiri dan kanan areal yang masih mengeluarkan asap, termasuk pada bagian utama yang terbakar atau menjadi sumber api,” kata Sandy dalam keterangan resminya, Sabtu (22/8).
Untuk mendukung proses pemadaman, petugas mengerahkan tiga unit mesin ministrike, dua unit mesin robin, serta 35 rol selang dengan panjang masing-masing 30 meter.
BACA JUGA:Belajar Daring Belum Dilakukan, Dinas Pendidikan Jambi Imbau Sekolah Gelar Salat Istisqa Antisipasi Karhutla
Namun, petugas masih menghadapi kendala keterbatasan sumber air. Air yang digunakan berasal dari kanal dengan kondisi dangkal.
“Lebar kanal tiga meter dengan kedalaman hanya 30 sentimeter dan kondisi air kering. Sementara itu, jarak sumber air ke lokasi kebakaran berkisar 200 hingga 300 meter. Jenis tanah di lokasi merupakan gambut dengan kedalaman sekitar satu meter,” jelas Sandy.
Vegetasi yang terbakar berupa tanaman pinang dan kelapa sawit. Berdasarkan informasi masyarakat yang membantu proses pemadaman, luas areal yang terbakar diperkirakan mencapai 2,5 hektare.
Namun, luasan tersebut masih bersifat sementara. Penghitungan secara akurat akan dilakukan menggunakan analisis citra satelit oleh Kementerian Kehutanan.
BACA JUGA:Karhutla Mengintai Muaro Jambi, TNI-Polri dan Tim Gabungan Bergerak di Londrang
Tim gabungan yang terlibat dalam penanganan karhutla tersebut terdiri atas Manggala Agni, BPBD, TNI, Polri, dan Masyarakat Peduli Api (MPA).
Pemadaman terus dilakukan dengan fokus pada pendinginan titik-titik api, termasuk api yang masih berada di bawah permukaan gambut.
Petugas juga mengimbau masyarakat sekitar untuk tetap waspada dan tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Berdasarkan rekapitulasi luas lahan terbakar di Provinsi Jambi sejak 1 Januari hingga 16 Agustus 2026, luas areal yang terbakar diperkirakan mencapai 658,29 hektare.
BACA JUGA:Siaga Karhutla 2026, ERT NBT Coal Group Perkuat Personel dan Peralatan
Kabupaten Muarojambi menjadi daerah dengan luas lahan terbakar terbesar, yakni 264,78 hektare. Selanjutnya Batanghari 95,53 hektare, Tanjab Barat 58,10 hektare, dan Tanjab Timur 32,71 hektare.
Sementara itu, BPBD Provinsi Jambi mencatat terdapat 62 kasus Karhutla yang masuk dalam proses penegakan hukum sepanjang 2026.
Dari jumlah tersebut, 55 kasus masih dalam tahap penyelidikan dan tujuh kasus telah masuk tahap penyidikan dengan total delapan tersangka.
Kasus dalam tahap penyelidikan terbanyak tercatat di Kabupaten Sarolangun sebanyak 26 kasus, disusul Muarojambi dengan 10 kasus.
BACA JUGA:Bupati Muaro Jambi Turun Langsung Padamkan Karhutla, Posko Dapur dan Kesehatan Dibuka
Tim Posko Darat juga terus melakukan patroli, pengecekan lahan yang mudah terbakar, serta pemetaan sumber air di wilayah rawan karhutla.
Penanganan Karhutla di Kabupaten Merangin dan Sarolangun dipimpin langsung Dandim 0420/Sarko selaku Dansatgas Karhutla Provinsi Jambi.
Untuk operasi udara pada 21 Agustus 2026, Satgas Udara melakukan briefing rutin bersama BNPB dan Korem 042/Garuda Putih. Polairud Polda Jambi mengerahkan satu helikopter patroli PK-ELS dan satu helikopter water bombing RA-22840.
Dalam operasi tersebut, helikopter water bombing telah melakukan 27 kali drop dengan total 108.000 liter air yang dijatuhkan ke titik-titik karhutla.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



