bank jambi baru

Waduh! 831 Anak di Tebo Tidak Sekolah

Waduh! 831 Anak di Tebo Tidak Sekolah

Kantor Dikbud Kabupaten Tebo.-Ihwan Sahri/Jambi Independent-

MUARATEBO, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) mencatat sebanyak 831 anak di wilayah tersebut berstatus Anak Tidak Sekolah (ATS) pada tahun ajaran 2025/2026.

Data tersebut diperoleh dari hasil pendataan yang dilakukan melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menyusun program penanganan anak putus sekolah.

Admin Dapodik Dikbud Tebo, Dadang, mengatakan angka ATS tersebut terdiri dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

“Berdasarkan data yang telah divalidasi, jumlah anak Tidak Sekolah di Kabupaten Tebo mencapai 831 jiwa,” ujarnya.

BACA JUGA:Empat Pejabat Utama Kejati Jambi Dilantik, Wakajati, Kajari Jambi hingga Kajari Tebo, Tekankan Profesionalisme

Ia merinci, pada jenjang SD sederajat terdapat 345 anak yang tidak bersekolah. Sementara pada jenjang SMP sederajat tercatat sebanyak 478 anak, dan jenjang SMA sederajat sebanyak 12 anak.

Dari sisi jenis kelamin, jumlah anak laki-laki yang tidak bersekolah tercatat lebih tinggi dibandingkan perempuan. Sebanyak 581 anak laki-laki masuk dalam kategori ATS, sedangkan anak perempuan berjumlah 254 jiwa.

Sementara itu, Kepala Bidang SD dan SMP Dikbud Tebo, Rahman, menjelaskan bahwa pendataan secara komprehensif terhadap anak tidak sekolah baru mulai dilakukan pada tahun sebelumnya.

Karena itu, kata dia, belum tersedia data pembanding yang valid untuk melihat perkembangan atau tren jumlah ATS dari tahun-tahun sebelumnya.

BACA JUGA:Tiga Bulan Air PDAM Tak Lancar, Warga Griya Alam Tebo Mengaku Terpaksa Beli Air Bersih

“Pendataan ATS secara komprehensif baru dilakukan sejak tahun lalu, sehingga kami belum memiliki data pembanding yang cukup untuk mengevaluasi tren peningkatan maupun penurunan jumlah ATS,” katanya.

Rahman juga menyebutkan bahwa aplikasi pendataan yang digunakan pada periode sebelumnya belum memuat informasi rinci mengenai penyebab anak tidak bersekolah atau putus sekolah.

Akibatnya, pemerintah daerah masih melakukan pendalaman dan validasi data guna mengetahui faktor-faktor yang menjadi penyebab tingginya angka ATS di Kabupaten Tebo.

“Data ini akan terus kami validasi agar program penanganan anak tidak sekolah dapat tepat sasaran dan benar-benar menyentuh mereka yang membutuhkan,” ujarnya.

BACA JUGA:Perahu Pemancing Mendadak Karam di Sungai Batanghari Tebo, Remaja 17 Tahun Meninggal, 2 Orang Masih Hilang

Pemkab Tebo berharap melalui proses validasi dan pemutakhiran data yang berkelanjutan, berbagai program pendidikan dapat dirancang secara lebih efektif untuk mengembalikan hak belajar anak-anak yang belum mendapatkan akses pendidikan formal.



Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: