AI, Game, dan Metode GASING Dipadukan, Begini Cara Baru Belajar Matematika di Bali
Mengenalkan cara baru untuk matematika pada anak-anak di Bali.-ist/jambi-independent.co.id-
DENPASAR, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Matematika selama ini kerap menjadi salah satu pelajaran yang membuat sebagian anak merasa kesulitan bahkan takut untuk mencoba. Namun, cara belajar itu kini didorong untuk berubah menjadi lebih sederhana, interaktif, dan menyenangkan.
Telkomsel bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, Gasing Academy, Kuncie, serta sejumlah pemangku kepentingan pendidikan menghadirkan kolaborasi penguatan ekosistem AI for Education atau pemanfaatan kecerdasan buatan untuk pendidikan.
Kolaborasi yang di Denpasar, Bali, Senin 18 Agustus 2026, berfokus pada penguatan kemampuan numerasi guru dan siswa melalui perpaduan peningkatan kompetensi pendidik, pembelajaran berbasis permainan, teknologi digital, serta pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Tujuannya bukan sekadar membuat anak mampu berhitung lebih cepat.
Numerasi juga dipandang sebagai fondasi penting untuk melatih kemampuan bernalar, memahami informasi, memecahkan masalah, hingga mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari.
Ekosistem pembelajaran yang dikembangkan dalam kolaborasi ini dimulai dari penguatan kompetensi guru melalui Gasing Academy.
Pendekatan yang digunakan adalah metode GASING atau Gampang, Asyik, Menyenangkan, sebuah metode pembelajaran yang dirancang agar materi matematika dapat dipahami secara sederhana dan bertahap.
Setelah itu, proses pembelajaran siswa diperkuat melalui Sacred Octagon, sebuah platform pembelajaran berbasis permainan yang didukung teknologi AI.
BACA JUGA:Tips Aman Berkendara Saat Hari Kemerdekaan, Tetap Cari_Aman di Tengah Ramainya Perayaan
Melalui pendekatan tersebut, siswa dapat berlatih matematika secara interaktif dan bertahap sesuai proses pembelajaran yang dirancang.
Sementara itu, SkulPintar disiapkan untuk mendukung pembelajaran dan asesmen. Hasil pelaksanaan program juga dirancang untuk dipantau melalui data sehingga dapat menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan program secara berkelanjutan.
Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, mengatakan kemampuan numerasi memiliki peran lebih luas daripada sekadar berhitung.
Menurutnya, kemampuan tersebut menjadi fondasi penting bagi anak dalam berpikir dan menghadapi persoalan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



