b9

Budidaya Maggot di Tanjab Timur Mampu Kurangi Jumlah Sampah

  Budidaya Maggot di Tanjab Timur Mampu Kurangi Jumlah Sampah

KEUNTUNGAN : Budidaya manggot di Tanjab Timur yang bisa mengurangi jumlah sampah.-Foto : Harpandi-jambi independent

MUARASABAK,JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Dengan tekat yang kuat dan ketekunan dalam menjalan usaha tentunya akan berbuah manis serta dapat meraup keuntungan.

Itu lah yng dirasakan oleh Parli, warga Desa Kota Baru, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjab Timur ini. Bisnis usaha maggot yang merupakan larva dari lalat Black Soldier Fly (BSF) atau lalat tentara hitam milik kelompoknya telah membuahkan hasil.

Organisme ini sangat populer sebagai agen pengurai limbah organik dan sumber pakan alternatif bernutrisi tinggi untuk berbagai jenis hewan ternak dan ikan.

Ditangan Parli bersama kelompoknya, ruang petak berukuran kecil yang berada dibelakang rumahnya kini dimanfaatkan untuk budidaya maggot dengan ilmu yang mereka dapat dari pelatihan.

Saat diwawancarai disela-sela kegiatan mengurus kandang budidaya maggot ini, Parli mengatakan jika selama satu tahun belakangan ini setelah ia menekuni usaha tersebut, para konsumen mulai bermunculan dari berbagai kalangan dan juga dari berbagai wilayah. 

BACA JUGA:Ribuan Warga Padati Tabligh Akbar Tahun Baru Hijriah di Hadiri UAS, Bupati Fadhil Serukan Jaga Generasi Muda

”Alhamdulillah dengan budidaya maggot ini, kami bisa memanfaatkan pengolahan sampah dari SPPG, sampah rumah tangga dan juga sampah perkebunan yang ada di wilayah kami ini,”ujarnya.

Dengan adanya budidaya maggot ini bisa membantu terutama untuk tambahan pakan hewan ternak dan juga ikan.

Akan tetapi untuk penjualan secara berkelanjutan kami masih terkendala dari tingginya permintaan konsumen dan juga siklus perputaran maggot ini menjadi lalat hitam itu sangat cepat.

Dari budidaya maggot yang sudah kami laksanakan selama ini, selain kedatangan konsumen, lokasi budidaya maggot milik kelompok Parli ini juga sering didatangi oleh ponpes sekitar yang ingijn belajar membudidayakan maggot.

"Selain itu, ada juga Kelompok Masyarakat (Pokmas) dari berbagai daerah di Tanjab Timur, bahkan dari kabupaten lain yang datang ke tempat budidaya maggot kami untuk belajar tata cara budidaya maggot," ucapnya.

Hingga saat ini, untuk permintaan pasar perorangan dalam jumlah kecil yang sering masuk untk memesan maggot masih dari masyarakat sekitar, untuk pakan burung dan ikan.

BACA JUGA:Jadi Kenangan Seumur Hidup, 150 Anak Sabak Barat dan Geragai Ikut Khitan Massal Gratis SKK Migas PetroChina

"Kalau untuk pelanggan kami di Kecamatan Mendahara Ulu, itu pesannya sekitar 100 kilogram maggot dalam satu bulan. Tapi kami belum bisa memenuhi pesanan itu, maksimal bisa kami penuhin sekitar 50 kilogram," ujar Parli.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait