OMC Dimulai, 1 Ton Garam per Hari Disemai pada Awan Potensial
HUJAN BUATAN: Petugas melakukan memindahkan garam (NaCl) menuju pesawat Cessna (PK-ALA).-FOTO ANTARA-
JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Jambi.
Hal ini sebagai upaya meminimalisasi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang mulai meningkat memasuki musim kemarau.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, mengatakan hujan yang terjadi di sejumlah wilayah Jambi dalam beberapa hari terakhir, turut didukung oleh program OMC yang telah berjalan sejak Sabtu (6/6).
"Iya, hujan kemarin dibantu program OMC," kata Bachyuni, Senin (8/6).
Ia menjelaskan, operasi modifikasi cuaca tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 12 Juni 2026. Program ini dilakukan dengan menyemai garam (NaCl) ke awan potensial hujan menggunakan pesawat Cessna PK-ALA.
Berdasarkan data Posko Subsatgas Udara Karhutla Jambi, penyemaian pertama dilakukan pada Jumat (5/6) pukul 16.30 hingga 18.00 WIB dengan total hampir 1 ton garam, atau lebih tepatnya 999 kilogram garam di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Tanjab Barat, dan Muarojambi pada ketinggian sekitar 1.000 kaki.
Operasi kemudian dilanjutkan pada Sabtu (6/6) di wilayah Tanjab Barat. Selanjutnya, pada Minggu (7/6), penyemaian dilakukan dalam dua sorti penerbangan yang menyasar kawasan Tanjab Timur, Tanjab Barat, dan Muaro Jambi dengan jumlah bahan semai yang sama.
Pada Senin (8/6), kegiatan penyemaian kembali dilaksanakan di dua lokasi yang mencakup wilayah Tanjab Timur dan Muarojambi.
BACA JUGA:Libatkan Orang Rimba, Pemprov Jambi Perkuat Pencegahan Karhutla
Sementara itu, Kepala Tim BMKG Sultan Thaha Jambi, Jaya Martua Sinaga, mengatakan potensi hujan yang terjadi di Provinsi Jambi saat ini tidak hanya dipengaruhi kondisi atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan, tetapi juga diperkuat oleh intervensi OMC yang sedang berlangsung.
Menurutnya, dinamika atmosfer dalam beberapa hari terakhir menunjukkan adanya peluang pertumbuhan awan hujan yang cukup signifikan di sejumlah wilayah Jambi.
"Jadi, aktivitas OMC ini saling berhubungan dengan dinamika atmosfer yang ada. Intervensi dari OMC tersebut turut mendukung dan menambah potensi terjadinya hujan di Jambi," ujarnya.
Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Muarojambi, Anari Hasiholan Sitorus mengatakan, OMC di Muarojambi difokuskan pada empat kecamatan yang selama ini dikenal rawan Karhutla, yakni Kumpeh, Kumpeh Ulu, Sungai Gelam, dan Taman Rajo.
BACA JUGA:Menteri LHK Ingatkan Jambi Soal El Nino hingga Risiko Karhutla Saat Kemarau Panjang
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pencegahan yang kini tengah digencarkan pemerintah sebelum musim kemarau mencapai puncaknya
Dengan kondisi lahan yang tetap basah, potensi kebakaran dapat ditekan sehingga risiko kabut asap dan kerusakan lingkungan bisa diminimalkan.
Anari Hasiholan Sitorus mengatakan, OMC menjadi upaya antisipatif yang dilakukan sebelum kebakaran terjadi.
Melalui teknologi modifikasi cuaca, kata dia, hujan diharapkan turun lebih awal untuk menjaga kelembapan lahan dan mencegah munculnya titik api yang kerap menjadi pemicu kebakaran besar.
BACA JUGA:Kemarau Datang Lebih Cepat! Jambi Masuk 6 Provinsi Rawan Karhutla, 62 Pos Siaga Disiapkan
"Langkah ini dilakukan agar lahan tetap lembap dan potensi munculnya titik api dapat diminimalkan," katanya.
Tak hanya mengandalkan hujan buatan, BPBD Muarojambi juga memperketat pengawasan di lapangan. Patroli rutin terus dilakukan pada sejumlah kawasan rawan guna memastikan kondisi tetap aman dan mendeteksi lebih dini apabila terdapat indikasi kebakaran.
Menurut Anari, pencegahan Karhutla membutuhkan kerja sama semua pihak. Karena itu, masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
"Pencegahan adalah langkah terbaik. Kami berharap seluruh masyarakat ikut berpartisipasi menjaga wilayahnya agar terhindar dari ancaman Karhutla,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



