b9

Innova Diesel vs Zenix Bensin, Adu Biaya BBM Setelah Harga Dex Naik

Innova Diesel vs Zenix Bensin, Adu Biaya BBM Setelah Harga Dex Naik

Toyota Innova Reborn masih diproduksi meski Zenix sudah hadir, berkat mesin diesel bertenaga,-ilustrasi/jambi-independent.co.id-akmal

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Kenaikan harga bahan bakar diesel kembali berdampak langsung pada biaya operasional kendaraan.

PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga Dexlite dan Pertamina Dex per 4 Mei 2026, dengan harga terbaru Pertamina Dex menyentuh Rp27.900 per liter.

Kondisi ini tentu menjadi perhatian bagi pengguna mobil diesel, termasuk pemilik Toyota Kijang Innova Reborn yang hingga kini masih populer di pasar Indonesia. Lalu, bagaimana perbandingannya dengan Toyota Kijang Innova Zenix bermesin bensin?

BACA JUGA:Banyak yang Salah Paham! Ini Perbedaan Mild Hybrid dan Full Hybrid

 

Berdasarkan hasil pengujian konsumsi BBM Innova Reborn Diesel AT (AN140), berikut data efisiensinya:

  • Dalam kota (avg 22 km/jam): 12,2 km/l
  • Kombinasi (avg 50 km/jam): 15,7 km/l
  • Tol (avg 90 km/jam): 19 km/l

Dengan harga Pertamina Dex Rp27.900 per liter, berikut estimasi biaya BBM yang harus dikeluarkan:

  • Biaya isi penuh (55 liter): Rp1.534.500
  • Biaya per km dalam kota: Rp2.287/km
  • Biaya per km rute kombinasi: Rp1.777/km
  • Biaya per km di tol: Rp1.468/km

Angka ini menunjukkan bahwa meskipun mesin diesel terkenal irit, lonjakan harga BBM membuat biaya operasionalnya ikut meningkat signifikan.

Sebagai perbandingan, Toyota Kijang Innova Zenix versi bensin umumnya menggunakan BBM RON 92 seperti Pertamax dengan harga Rp12.300 per liter.

BACA JUGA:Motor Listrik Gesits G1 DLX Tahun 2026 Meluncur, Simak Harga dan Spesifikasinya

 

Dengan konsumsi rata-rata sekitar 12–14 km/l, biaya per kilometernya berkisar di angka Rp900–Rp1.100/km, tergantung kondisi jalan.

Dari perbandingan tersebut, terlihat bahwa meskipun konsumsi BBM diesel lebih efisien secara jarak tempuh, harga bahan bakarnya yang jauh lebih mahal membuat biaya per kilometernya justru lebih tinggi dibanding versi bensin.

Kondisi ini membuat banyak konsumen mulai mempertimbangkan ulang pilihan antara mobil diesel dan bensin, terutama di tengah tren kenaikan harga energi global yang belum stabil.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait