Pemilik Fortuner Diesel Kini Harus Siapkan Rp2 Jutaan, Hampir Setara 1 Gram Emas
Harga Pertamina Dex naik hingga mendekati Rp27.900 per liter, membuat biaya isi penuh Toyota Fortuner tembus Rp2,2 juta-ilustrasi/jambi-independent-Akmal
JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Kenaikan harga bahan bakar kembali terjadi pada awal Mei 2026. PT Pertamina (Persero) resmi menyesuaikan harga BBM non-subsidi, khususnya untuk jenis diesel seperti Dexlite dan Pertamina Dex.
Per 5 Mei 2026, harga Dexlite (CN 51) naik menjadi Rp26.000 per liter dari sebelumnya Rp23.600. Sementara itu, Pertamina Dex (CN 53) kini dibanderol sekitar Rp27.000–Rp27.900 per liter, tergantung wilayah.
Kenaikan ini langsung berdampak pada biaya operasional kendaraan diesel, terutama SUV besar seperti Toyota Fortuner.
Untuk varian 2.8 GR Sport 4x4 yang memiliki kapasitas tangki 80 liter, biaya isi penuh (full tank) kini mencapai sekitar Rp2.232.000 jika menggunakan Pertamina Dex.
BACA JUGA:Banyak yang Salah Paham! Ini Perbedaan Mild Hybrid dan Full Hybrid
Angka tersebut hampir mendekati harga 1 gram emas Antam yang saat ini berada di kisaran Rp2.750.000. Perbandingan ini menjadi gambaran nyata betapa mahalnya biaya bahan bakar kendaraan diesel saat ini.
Kondisi ini tentu menjadi beban tambahan bagi pemilik mobil bermesin diesel, terutama mereka yang mengandalkan kendaraan untuk mobilitas harian atau perjalanan jarak jauh.
Selain biaya isi penuh yang meningkat, ongkos per kilometer juga ikut terdongkrak.
BACA JUGA:Motor Listrik Gesits G1 DLX Tahun 2026 Meluncur, Simak Harga dan Spesifikasinya
Dengan asumsi konsumsi BBM Fortuner diesel di kisaran 10–14 km/l, biaya per kilometer kini bisa menyentuh angka Rp2.000 hingga Rp2.700 per km, tergantung kondisi jalan dan gaya berkendara.
Kenaikan harga BBM ini tidak lepas dari faktor global, termasuk fluktuasi harga minyak mentah dunia serta gangguan distribusi energi. Hal tersebut membuat harga BBM non-subsidi di dalam negeri ikut terkerek naik.
Meski demikian, pemerintah masih mempertahankan harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar agar tetap stabil guna menjaga daya beli masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


