Ekspor Provinsi Jambi Menurun, Ini Penyebabnya
PERTAMBANGAN: Sektor pertambangan menjadi penyumbang terbesar penurunan ekspor Provinsi Jambi.-ist/jambi independent-
JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Kinerja ekspor-impor Provinsi Jambi pada periode Januari hingga Maret 2026 mengalami tekanan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan ekspor dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan sektor pertambangan menjadi penyumbang terbesar penurunan tersebut.
Kepala BPS Provinsi Jambi, Aidil Adha, mengatakan penurunan paling signifikan terjadi pada komoditas bahan bakar mineral, khususnya sektor migas dan batu bara, yang turun hampir 43 persen.
BACA JUGA:Jalur Ekspor ke Timur Tengah Terganggu, Pengusaha Jambi Ubah Strategi Pengiriman Pinang
“Jika kita lihat secara akumulasi Januari hingga Maret 2025 dibandingkan periode yang sama tahun 2026, memang terjadi penurunan. Penyebab utamanya berasal dari sektor pertambangan, khususnya migas dan batu bara. Pada HS dua digit bahan bakar mineral, penurunannya hampir 43 persen,” ujarnya saat diwawancarai, Senin (4/5).
Selain dipengaruhi penurunan produksi dan harga komoditas, pelemahan ekspor juga didorong oleh hambatan distribusi perdagangan internasional akibat konflik geopolitik.
“Bukan hanya karena harga, tetapi nilai total produksi kita memang turun, sehingga nilai ekspor yang diterima juga menurun. Ini juga bisa menjadi dampak dari konflik global,” katanya.
BACA JUGA: Jalur Ekspor Pasar Global Kelapa Dalam ke Malaysia, Kawasan Nipah Panjang Tanjab Timur
Dampak tersebut turut dirasakan eksportir komoditas pertanian asal Jambi, khususnya pinang, yang mengalami kendala pengiriman ke pasar Iran.
“Ada beberapa komoditas, terutama pinang, yang tidak bisa masuk ke Iran karena persoalan kapal dan bendera kapal. Ada yang tertahan di Dubai, ada juga yang tertahan di Singapura,” jelasnya.
Para eksportir disebut masih terus mencari jalur alternatif agar produk tetap dapat menembus pasar tujuan.
Akibat penurunan ekspor di tengah kenaikan impor, surplus perdagangan Jambi pada Maret 2026 tercatat menjadi yang terendah dalam satu tahun terakhir.
“Surplus perdagangan kita pada bulan Maret hanya 116 juta dolar AS. Jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya dalam satu tahun terakhir, ini merupakan yang terendah,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


