Mahasiswa Banyak Menyesal, Ini Daftar 10 Jurusan Kuliah Paling Disesali
Survei ZipRecruiter mengungkap 10 jurusan kuliah paling disesali-ilustrasi/jambi-independent-Akmal
JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Memilih jurusan kuliah menjadi salah satu keputusan penting bagi siswa SMA yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Jurusan yang dipilih kerap dianggap sebagai penentu arah karier dan masa depan seseorang.
Karena itu, banyak calon mahasiswa mempertimbangkan pilihan jurusan dengan matang. Namun pada kenyataannya, tidak sedikit lulusan yang justru menyesali jurusan kuliah yang mereka ambil setelah menyelesaikan studi.
Fakta tersebut terungkap dalam survei yang dilakukan ZipRecruiter terhadap 1.500 lulusan universitas yang sedang mencari pekerjaan. Penyesalan ini umumnya berkaitan dengan prospek kerja dan besaran gaji yang diterima setelah lulus.
“Saat kita lulus, kenyataan akan datang. Saat Anda hampir tidak bisa membayar tagihan Anda, gaji Anda mungkin menjadi lebih penting,” ujar Career Expert ZipRecruiter
BACA JUGA:Harga-Harga Naik, Inflasi April 2026 Diprediksi Menguat Besok Diumumkan BPS
Hasil survei menunjukkan bahwa jurusan Jurnalisme menjadi jurusan paling banyak disesali lulusan, dengan persentase mencapai 87 persen.
Di posisi berikutnya ada jurusan Sosiologi dan Seni yang sama-sama mencatat angka penyesalan sebesar 72 persen.
Sementara jurusan Komunikasi berada di urutan keempat dengan 64 persen, disusul Pendidikan sebesar 61 persen.
BACA JUGA:Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026! Ketum SMSI: Menirikan Media Itu Hak Asasi, Jangan Dipersulit!
Berikut daftar lengkap 10 jurusan kuliah paling disesali mahasiswa setelah lulus:
- Jurnalisme (87%)
- Sosiologi (72%)
- Seni (72%)
- Komunikasi (64%)
- Pendidikan (61%)
- Manajemen Marketing dan Riset (60%)
- Pendamping Medis (56%)
- Ilmu Politik dan Pemerintahan (56%)
- Biologi (52%)
- Sastra Inggris (52%)
Survei ini menjadi pengingat penting bagi calon mahasiswa agar tidak hanya memilih jurusan berdasarkan tren atau minat sesaat, tetapi juga mempertimbangkan prospek kerja, keterampilan, dan kebutuhan industri di masa depan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


