b9

UMKM Punya Peluang Besar di Era Kendaraan Listrik

UMKM Punya Peluang Besar di Era Kendaraan Listrik

Kendaraan listrik di Indonesia membuka peluang usaha baru bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). --Ist/jambi-independent.co.id--

JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Meningkatnya penggunaan kendaraan listrik di Indonesia membuka peluang usaha baru bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

 

Perkembangan ini sejalan dengan dorongan pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM yang mengajak pelaku usaha untuk masuk ke dalam ekosistem kendaraan listrik berbasis produksi dalam negeri.

 

Berdasarkan proyeksi dari International Renewable Energy Agency (IRENA) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), jumlah kendaraan listrik di Indonesia diperkirakan mencapai 20 juta unit pada tahun 2030 dan terus bertambah hingga 2050.

 

Angka ini menunjukkan potensi pasar yang sangat besar, tidak hanya bagi industri besar tetapi juga bagi UMKM.

BACA JUGA:Masih Tahan Harga Pertamax pada Pekan Kedua April, Ini Rincian Harga BBM SPBU Pertamina

Sekretaris Deputi Bidang UKM KemenkopUKM, Koko Haryono, menilai tren bisnis saat ini mulai bergeser ke arah usaha ramah lingkungan.

Ia menyebut sebagian besar pelaku usaha muda tertarik menjalankan bisnis berbasis green economy, baik untuk alasan keberlanjutan lingkungan maupun peluang pasar.

 

Selain itu, kehadiran kendaraan listrik juga dinilai dapat membantu UMKM memperluas jangkauan usaha.

 

Dukungan pemerintah, seperti subsidi kendaraan listrik, diharapkan bisa dimanfaatkan pelaku usaha untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperbesar skala bisnis.

BACA JUGA:Hujan Gol di Swarna Bumi! Persikoja Kota Jambi Perkasa, Persibri Batanghari FC Menggila

 

Beragam Ide Bisnis Menjanjikan

 

Seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik, berbagai peluang usaha pun bermunculan. Salah satunya adalah bisnis penyewaan kendaraan listrik yang dinilai memiliki prospek cerah karena tingginya minat masyarakat terhadap transportasi ramah lingkungan.

 

Selain itu, kebutuhan infrastruktur pengisian daya juga membuka peluang bagi UMKM untuk menyediakan jasa instalasi stasiun pengisian kendaraan listrik. Kerja sama dengan pemerintah daerah maupun sektor swasta dapat menjadi strategi untuk mengembangkan usaha ini. 

 

Di sisi lain, penjualan aksesori khusus kendaraan listrik juga menjadi peluang menarik. Produk seperti perlengkapan pengisian daya, pelindung kendaraan, hingga perawatan baterai dapat menjadi pasar tersendiri.

 

Tak kalah penting, layanan bengkel khusus kendaraan listrik juga mulai dibutuhkan seiring meningkatnya jumlah pengguna.

BACA JUGA:Beri Apresiasi, Pertamina Dukung Penuh Polda Jambi Ungkap Penyalahgunaan BBM Subsidi

UMKM dapat mengambil peran dalam menyediakan jasa perawatan, perbaikan, hingga peningkatan performa kendaraan listrik.

 

Selain sektor langsung terkait kendaraan, peluang juga terbuka pada produk ramah lingkungan. Mengingat sebagian besar pengguna kendaraan listrik memiliki kesadaran lingkungan yang tinggi, produk seperti tas guna ulang atau perlengkapan minim limbah berpotensi diminati pasar.

 

Dukung Ekosistem dan Ekonomi Lokal

Dengan berbagai peluang tersebut, UMKM diharapkan tidak hanya menjadi penonton dalam transformasi industri kendaraan listrik, tetapi juga berperan aktif dalam membangun ekosistemnya.

BACA JUGA:Seleksi Paskibraka Kota Jambi 2026 Resmi Dibuka, 361 Pelajar Ikut Ambil Bagian

Partisipasi UMKM juga dinilai penting untuk meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) serta memperkuat ekonomi lokal.

 

Ke depan, perkembangan kendaraan listrik di Indonesia diprediksi akan terus melahirkan inovasi dan model bisnis baru. Bagi UMKM yang mampu beradaptasi, momentum ini bisa menjadi peluang emas untuk tumbuh dan berkembang di era ekonomi hijau. *

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait