Mengapa Kebakaran Mobil Listrik Sulit Dipadamkan? Segera Lakukan Tiga Cara Ini
Pemadaman mobil listrik yang mengalami kebakaran. --Ist/jambi-independent.co.id--
JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Mungkin banyak yang belum tahu, kalau menangani kebakaran mobil listrik tidak bisa disamakan dengan mobil biasa.
Bukan karena mobil listrik berbahaya, tapi karena teknologi baterai yang dipakai memang punya karakteristik khusus yang perlu kita pahami—terutama soal penanganan saat kondisi darurat seperti kebakaran.
Kebanyakan mobil listrik pakai baterai lithium-ion. Baterai ini sangat efisien dalam menyimpan energi, tapi kalau sampai rusak atau kena benturan hebat, bisa terjadi panas berlebih yang memicu reaksi berantai antar sel baterai—disebut thermal runaway.
Reaksi ini bisa menghasilkan suhu ekstrem (lebih dari 1.200 derajat Fahrenheit), dan bahkan tetap menyala tanpa oksigen dari luar.
BACA JUGA:Bank Jambi Raih Predikat Bank BUMD Terbaik 2026, Perkuat Kepercayaan dan Stabilitas Ekonomi Daerah
Ini salah satu tantangan utama dalam kebakaran mobil listrik adalah sifat baterai lithium-ion yang dapat menghasilkan oksigen sendiri selama reaksi kimia berlangsung.
Kondisi ini membuat api tetap menyala meskipun sumber oksigen dari luar telah dibatasi, sehingga proses pemadaman membutuhkan teknik dan waktu yang lebih lama dibandingkan kebakaran mobil konvensional.
Dengan memahami penyebab mobil listrik terbakar, pengguna diharapkan lebih waspada dan disiplin dalam perawatan serta penggunaan kendaraan listrik agar tetap aman dan nyaman.
Kompilasi kasus mobil listrik terbakar di Indonesia, khususnya selama 2025 hingga awal 2026, menunjukkan beberapa insiden menonjol yang umumnya terkait dengan masalah baterai atau sistem pengisian daya.
BACA JUGA:Harga Emas Antam Melejit Lagi Hari Ini! Tembus Rp2,92 Juta per Gram, Investor Langsung Bereaksi
Berikut 3 cara yang bisa digunakan untuk memadamkan mobil listrik yang terbakar:
1. Menggunakan Selimut Api (Car Fire Blanket)
Selimut api menjadi salah satu solusi praktis dan efektif. Cara kerjanya adalah dengan menutup seluruh bagian mobil yang terbakar sehingga suplai oksigen terhenti. Tanpa oksigen, api tidak dapat bertahan sesuai prinsip segitiga api.
Selain memadamkan api, selimut ini juga membantu mencegah kemungkinan api muncul kembali (re-ignition). Panas akan terperangkap di dalam, sehingga tidak menyebar ke area sekitar. Metode ini juga lebih aman karena mampu menahan asap dan zat beracun agar tidak menyebar.
BACA JUGA: Chery Tiggo Cross CSH Jadi Sorotan Usai Insiden di Tol, Ini Spesifikasi Lengkapnya
Penggunaan selimut api cukup sederhana:
Bentangkan selimut di bagian depan atau belakang mobil
Tarik dan tutup seluruh kendaraan hingga rapat ke tanah
Pastikan tidak ada celah udara
BACA JUGA:Temuan BPK di Jambi Belum Tuntas! Pemprov Kebut Penyelesaian, Baru 79 Persen yang Ditindaklanjuti
Biarkan selama sekitar 20 menit hingga api benar-benar padam
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




