b9

Kendaraan Listrik Jadi Kunci RI Kurangi Impor BBM, Ini Penjelasan PLN

Kendaraan Listrik Jadi Kunci RI Kurangi Impor BBM, Ini Penjelasan PLN

PLN menyebut penggunaan kendaraan listrik dapat membantu Indonesia-Jambi-Independent-PLN Persero

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Penggunaan kendaraan listrik dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).

Hal ini diungkapkan PT PLN (Persero) yang menilai peralihan dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik dapat memperkuat ketahanan energi nasional.

Direktur Utama Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa sektor kelistrikan di Indonesia pada dasarnya mengandalkan sumber daya domestik. Berbeda dengan BBM yang sebagian besar masih berasal dari impor.

Menurutnya, penggunaan kendaraan listrik secara luas akan menggeser pola konsumsi energi nasional dari energi berbasis impor menjadi energi berbasis domestik.

BACA JUGA:Ketua DPRD Kota Jambi Realisasikan Janji Bangun Jalan di Rumah Almarhum Raffi, Siswa Penderita Penyakit Langka

 

“BBM saat ini sudah banyak yang berbasis pada impor, dan listrik adalah energi yang berbasis pada kekuatan domestik.

Artinya shifting dari import-based energy menjadi domestic-based energy,” ujar Darmawan saat peresmian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Selain mendukung kedaulatan energi, kendaraan listrik juga dinilai memiliki efisiensi teknis yang jauh lebih tinggi dibanding kendaraan berbahan bakar minyak.

Darmawan menjelaskan, mesin listrik mampu mengubah energi menjadi gerak dengan tingkat efisiensi lebih dari 85 persen.

BACA JUGA:Bupati Tanjab Timur Dillah Akui Setahun Kepemimpinan Belum Banyak Perubahan

 

“Kalau energi listrik diubah menjadi energi kinetik itu sangat efisien. Efisiensinya lebih dari 85 persen,” katanya.

Sebaliknya, kendaraan berbahan bakar minyak hanya memiliki tingkat efisiensi sekitar 13 hingga 15 persen. Sebagian besar energi yang dihasilkan mesin justru terbuang menjadi panas melalui knalpot.

Efisiensi ini membuat kendaraan listrik jauh lebih hemat dalam penggunaan energi. Darmawan menyebutkan, untuk menempuh jarak 10 kilometer, kendaraan listrik hanya membutuhkan sekitar 1,5 kWh listrik dengan biaya sekitar Rp2.600.

Sementara itu, kendaraan berbahan bakar minyak membutuhkan sekitar satu liter BBM untuk jarak yang sama dengan biaya sekitar Rp13.000.

BACA JUGA:Senyum Kembar Abi Satya dan Abi Wara Warnai Safari Ramadan SKK Migas PetroChina di Rumah Cahaya

 

“Jadi biayanya bisa berkurang sampai 70 persen dibanding menggunakan mobil BBM,” jelasnya.

Dari sisi lingkungan, kendaraan listrik juga dinilai lebih ramah karena menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah. Satu liter bensin dapat menghasilkan sekitar 2,4 kilogram karbon dioksida (CO2).

Sebaliknya, penggunaan listrik sebesar 1,5 kWh bahkan jika bersumber dari pembangkit listrik berbahan batu bara hanya menghasilkan sekitar 1,5 kilogram CO2.

 

Menurut Darmawan, kondisi ini menunjukkan bahwa peralihan menuju kendaraan listrik tidak hanya berdampak pada efisiensi energi dan penghematan biaya, tetapi juga membantu menurunkan emisi karbon secara signifikan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait