b9

Batasi Sekarang! Minuman Manis Bisa Picu Penyakit Jantung dan Diabetes Hingga Ginjal

Batasi Sekarang! Minuman Manis Bisa Picu Penyakit Jantung dan Diabetes Hingga Ginjal

Minuman manis kemasan memang praktis dan menyegarkan, namun konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko-ilustrasi/jambi-independent.co.id-akmal

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Minuman kemasan seperti soda, jus buah dalam botol, teh manis, hingga minuman boba semakin populer di kalangan masyarakat Indonesia. Praktis dan menyegarkan, minuman ini menjadi pilihan banyak orang dari berbagai usia.

Namun di balik rasanya yang manis dan kemasan yang menarik, konsumsi berlebihan minuman kemasan ternyata menyimpan berbagai risiko kesehatan serius.

 

1. Obesitas dan Diabetes Tipe 2

Sebagian besar minuman kemasan mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi. Asupan gula berlebih dapat meningkatkan berat badan dan memicu resistensi insulin, yang menjadi faktor utama diabetes tipe 2.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi satu hingga dua gelas minuman manis setiap hari dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 hingga 26 persen.

BACA JUGA:Berapa Banyak Air yang Ideal untuk Ginjal? Jangan Sampai Kelebihan!

 

2. Penyakit Jantung dan Gangguan Hati

Gula berlebih juga dapat memicu peradangan, meningkatkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat), serta menurunkan HDL (kolesterol baik). Kondisi ini berisiko menyebabkan penumpukan plak di arteri yang memicu penyakit jantung.

Selain itu, kandungan fruktosa dalam minuman manis dapat menyebabkan penumpukan lemak di hati dan berpotensi memicu penyakit hati berlemak non-alkohol.

BACA JUGA:SBY, Jokowi hingga JK Hadiri Undangan Prabowo di Istana, Ada Agenda Apa?

 

3. Kerusakan Gigi dan Gangguan Pencernaan

Kandungan gula dalam minuman manis menjadi “makanan” bagi bakteri di mulut. Bakteri tersebut menghasilkan asam yang dapat merusak enamel gigi dan menyebabkan gigi berlubang.

Beberapa minuman kemasan juga mengandung kafein dan zat aditif yang dapat meningkatkan asam lambung serta memicu gangguan pencernaan.

 

4. Gangguan Fungsi Ginjal

Ginjal bekerja menyaring zat-zat dalam darah, termasuk gula dan bahan pengawet.

Konsumsi minuman manis secara terus-menerus dapat memberikan tekanan ekstra pada ginjal, terutama jika dibarengi pola makan tinggi natrium. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal.

BACA JUGA:Menaker Terbitkan SE THR 2026, Ini Aturan Lengkap dan Batas Waktu Pembayarannya

 

5. Risiko Kanker

Konsumsi gula berlebihan juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker, termasuk kanker payudara. Beberapa penelitian menyebutkan konsumsi minuman manis berlebihan dapat meningkatkan risiko kanker secara umum, meski tidak pada semua jenis kanker.

 

Batas Aman Konsumsi Gula

Berdasarkan Pedoman Gizi Seimbang dari Kementerian Kesehatan RI, asupan gula harian sebaiknya tidak lebih dari 50 gram atau setara dengan empat sendok makan per hari untuk orang dewasa.

Untuk anak-anak, batas konsumsi gula lebih rendah, yakni sekitar 12–25 gram per hari. Pembatasan ini penting karena tubuh anak lebih rentan terhadap dampak gula berlebih.

BACA JUGA:Niat Ingin Safari Ramadan, Bupati Tanjab Timur Justru Dapat Protes Warga Terkait Kondisi Jalan dan Jembatan

 

Tips Mengurangi Konsumsi Minuman Manis

  • Batasi konsumsi minuman kemasan tinggi gula.
  • Ganti dengan air putih, infused water, atau jus segar tanpa tambahan gula.
  • Periksa label gizi pada kemasan untuk mengetahui kandungan gula dan kalori.
  • Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi jika memiliki kondisi kesehatan tertentu.

 

Mengurangi konsumsi minuman manis bukan hanya soal menjaga berat badan, tetapi juga investasi kesehatan jangka panjang.

Langkah sederhana ini dapat membantu menstabilkan kadar gula darah, menjaga kesehatan jantung, melindungi ginjal, serta mencegah berbagai penyakit kronis.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: