b9

DPR Warning! BBM dan Elpiji 3 Kg Terancam Seret Jelang Mudik 2026, Ini Sorotan Keras ke Pertamina

DPR Warning! BBM dan Elpiji 3 Kg Terancam Seret Jelang Mudik 2026, Ini Sorotan Keras ke Pertamina

Ilustrasi LPG 3 Kg.-ist/jambi-independent.co.id-

JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Jelang arus mudik Lebaran 2026, DPR RI mengeluarkan peringatan keras.

Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas subsidi 3 kilogram diminta benar-benar aman agar masyarakat tak dibuat panik saat puncak perjalanan mudik dan arus balik.

Anggota Fraksi Gerindra DPR RI, Rocky Candra, menegaskan akan mengawasi secara serius distribusi dan ketersediaan BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, terutama di jalur lintas Sumatera dan wilayah perkotaan.

“Saya akan serius mengawasi ini. Jangan sampai ada kelangkaan atau gangguan suplai yang membuat masyarakat resah saat mudik,” tegas Rocky di Jambi, Minggu 16 Februari 2026.

BACA JUGA:Ramadan Makin Tenang! Begini Cara Aktifkan DANA Paylater 2026 dengan Limit Maksimal

Konsumsi Naik Saat Puasa dan Lebaran

Rocky mengingatkan, setiap Ramadan dan menjelang Idul Fitri, konsumsi BBM dan elpiji melonjak tajam. Aktivitas masyarakat meningkat, mulai dari perjalanan mudik, distribusi logistik, hingga kebutuhan rumah tangga.

Karena itu, ia meminta Pertamina memastikan stok di seluruh SPBU dan pangkalan elpiji tetap aman dan distribusi berjalan lancar.

“Wilayah Sumatera bagian selatan, khususnya Jambi, harus jadi perhatian. Jangan sampai ada keluhan masyarakat karena kekosongan BBM atau gas subsidi,” ujarnya.

Tak hanya BBM, ia juga menyoroti potensi penyimpangan distribusi elpiji 3 Kg di tingkat pangkalan. Menurutnya, pengawasan harus diperketat agar tidak ada praktik nakal yang merugikan masyarakat kecil.

BACA JUGA:Jangan Panik! Begini Cara Kembalikan Saldo DANA dari Langganan Aplikasi Tersembunyi

Pangkalan Nakal Diminta Ditindak

Rocky meminta pemerintah daerah dan aparat penegak hukum turun langsung melakukan pengawasan. Ia menegaskan, pangkalan yang terbukti memainkan harga elpiji 3 Kg harus diberi sanksi tegas.

“Kami tidak mau masyarakat yang sedang beribadah justru dibuat resah karena harga gas melonjak atau barangnya langka,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait