Irit Mana? Adu Konsumsi BBM Mitsubishi Xpander Cross 2026 vs Stargazer X
Perbandingan konsumsi BBM Mitsubishi Xpander Cross 2026 dan Hyundai Stargazer X menunjukkan perbedaan efisiensi di dalam kota dan jalan tol-ilustrasi/jambi-independent.co.id-akmal
JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Segmen LSUV 7-penumpang di Indonesia semakin kompetitif, terutama di kelas harga Rp 300 jutaan.
Dua model yang kerap dibandingkan adalah Mitsubishi Xpander Cross 2026 dan Hyundai Stargazer X. Selain desain dan fitur, faktor konsumsi bahan bakar (BBM) menjadi pertimbangan penting bagi konsumen yang menginginkan mobil harian sekaligus kendaraan perjalanan jauh.
Berdasarkan hasil uji coba dan data per pertengahan 2025, kedua mobil ini sama-sama mengusung mesin 1.500 cc dengan transmisi CVT/IVT yang dirancang untuk efisiensi.
Namun, hasil konsumsi BBM menunjukkan karakter yang sedikit berbeda tergantung kondisi penggunaan.
BACA JUGA:Adu Fitur ADAS: Toyota Avanza 2026 vs Suzuki Fronx 2026, Mana Lebih Canggih?
Konsumsi BBM Dalam Kota
Untuk penggunaan dalam kota yang identik dengan kondisi stop and go, Mitsubishi Xpander Cross 2026 cenderung lebih unggul.
Hal ini tidak lepas dari kehadiran fitur Auto Stop & Go (ASG) yang mampu mematikan mesin secara otomatis saat kendaraan berhenti, sehingga mengurangi konsumsi bahan bakar di kemacetan.
BACA JUGA:Warga Jakarta Wajib Tahu: Diskon Pajak Kendaraan 50% dan Cara Mengajukannya
Dalam pengujian, Xpander Cross mencatat konsumsi BBM sekitar 13,8 hingga 14,7 km per liter. Sementara itu, Hyundai Stargazer X membukukan angka sedikit di bawahnya, yakni sekitar 13,5 hingga 13,8 km per liter untuk penggunaan dalam kota.
Konsumsi BBM di Jalan Tol
Berbeda dengan kondisi perkotaan, Hyundai Stargazer X justru tampil lebih efisien saat melaju di jalan tol.
Dengan kecepatan rata-rata sekitar 90 km/jam dan gaya berkendara eco, Stargazer X mampu mencatat konsumsi BBM sekitar 18 hingga 18,5 km per liter.
BACA JUGA:Resmi! Harley-Davidson Rilis 7 Motor Baru 2026, Ada Model Mewah & Edisi Terbatas yang Bikin Melongo
Sementara itu, Xpander Cross 2026 mencatat angka konsumsi BBM di kisaran 17,5 hingga 17,9 km per liter. Meski sedikit lebih boros di tol, selisih konsumsi keduanya tergolong tipis dan masih sangat efisien untuk kelas LSUV 7-penumpang.
Faktor yang Mempengaruhi Efisiensi BBM
Perbedaan konsumsi BBM antara kedua model ini dipengaruhi oleh beberapa faktor utama. Pertama, fitur Auto Stop & Go pada Xpander Cross yang sangat efektif untuk kondisi lalu lintas padat.
Kedua, gaya berkendara, di mana Stargazer X bisa menjadi lebih irit jika dikendarai dengan teknik eco driving, terutama di rute luar kota.
BACA JUGA:Bukan Cuma Murah, Ini Mobil Listrik di Harga Rp 200 Juta-an Paling Worth It 2026
Selain itu, meski sama-sama menggunakan transmisi CVT, karakter mesin dan tuning masing-masing pabrikan juga berpengaruh terhadap efisiensi BBM yang dihasilkan.
Sekilas Tentang Posisi di Segmen LSUV
Hyundai Stargazer X sendiri merupakan pemain relatif baru di segmen LSUV, pertama kali diperkenalkan pada GIIAS 2023.
Mobil ini berbasis Stargazer MPV namun hadir dengan tampilan lebih sporty dan fitur modern. Keunggulannya terletak pada harga varian tertinggi yang relatif terjangkau, fitur konektivitas Hyundai Bluelink, sistem audio BOSE, serta performa mesin yang tergolong paling bertenaga di kelasnya.
BACA JUGA:Segini Harga Toyota Kijang Innova Zenix 2026 Semua Tipe, MPV 7-Seater Andalan Keluarga Indonesia
Sementara itu, Mitsubishi Xpander Cross dikenal unggul dari sisi kenyamanan suspensi dan ruang kabin yang lega. Meski tidak menonjol dari segi fitur canggih, LSUV ini kerap disebut sebagai salah satu yang paling irit BBM di kelasnya, dengan catatan konsumsi luar kota yang bisa mendekati 19 km per liter dalam kondisi tertentu.
Kesimpulan: Pilih yang Mana?
Jika prioritas utama adalah efisiensi BBM di dalam kota, maka Mitsubishi Xpander Cross 2026 menjadi pilihan yang lebih tepat berkat fitur Auto Stop & Go.
Namun, bagi konsumen yang lebih sering bepergian di jalan tol atau rute luar kota, Hyundai Stargazer X menawarkan konsumsi BBM yang sedikit lebih irit, ditambah fitur modern dan teknologi keselamatan yang lebih lengkap.
Pada akhirnya, pilihan kembali pada kebutuhan penggunaan harian. Keduanya sama-sama efisien, namun memiliki keunggulan di kondisi jalan yang berbeda.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




