Perbandingan Ekonomi Pulau Jawa dengan Beberapa Negara di Dunia
Noviardi Ferzi-ist/jambi-independent.co.id-
JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Pulau Jawa memegang peran yang sangat menentukan dalam membentuk volume dan struktur ekonomi nasional Indonesia.
Dengan sekitar 57–58 persen penduduk Indonesia bermukim di wilayah ini, Jawa menyumbang kurang lebih 58–59 persen Produk Domestik Bruto nasional.
Tulisan ini dimaksudkan untuk menempatkan fakta tersebut dalam bingkai analisis yang lebih jernih
Bahwa besarnya kontribusi Jawa bukan semata capaian ekonomi, melainkan cerminan dari arsitektur pembangunan yang sangat terpusat dan belum sepenuhnya berimbang secara spasial.
BACA JUGA:Siapa Lebih Unggul? Yamaha R15 V5 dan Honda CBR150R Head to Head di Kelas 150 cc
Melalui pembacaan ini, tulisan ingin mengajak melihat Jawa bukan hanya sebagai mesin pertumbuhan, tetapi juga sebagai indikator struktural yang mengungkap arah, batas, dan risiko pembangunan nasional ke depan.
Kita mulai tulisan ini dengan ketimpangan antara porsi penduduk dan porsi output tersebut menunjukkan bahwa Jawa bukan sekadar pulau terpadat, melainkan episentrum akumulasi nilai tambah, pusat industri, jasa keuangan, perdagangan, dan konsumsi domestik nasional.
Pada 2025, Produk Domestik Bruto nominal Pulau Jawa diproyeksikan mencapai sekitar USD 791 miliar atau setara kurang lebih Rp12.500 triliun, hampir 55 persen dari total PDB Indonesia yang berada di kisaran USD 1,4–1,45 triliun.
Sebagai contoh, jika kekuatan ekonomi Pulau Jawa dibandingkan dengan sebuah negara, maka skala ekonominya menempatkannya di atas Argentina yang PDB-nya sekitar USD 683 miliar, serta jauh melampaui Filipina dan Vietnam yang masing-masing berada di kisaran USD 494 miliar dan USD 485 miliar, bahkan hampir dua kali lipat Afrika Selatan dengan PDB sekitar USD 426 miliar.
BACA JUGA:Suzuki Pede Tantang Harley-Davidson, Moge Cruiser Anyar Siap Diadu Spesifikasi
Perbandingan ini memperlihatkan secara konkret betapa besar skala ekonomi Jawa dalam peta ekonomi global. Dominasi tersebut dibentuk oleh konsentrasi aktivitas ekonomi yang berlangsung selama puluhan tahun.
Sekitar dua pertiga industri manufaktur nasional beroperasi di Pulau Jawa, lebih dari 70 persen aktivitas jasa keuangan dan perbankan terkonsentrasi di Jakarta dan kota-kota besar di sekitarnya, serta sekitar 60 persen konsumsi rumah tangga nasional berasal dari wilayah ini.
Selain itu lebih dari 70 persen penyaluran kredit perbankan dan mayoritas investasi asing langsung juga mengalir ke Jawa, menjadikannya pusat produksi, pusat pembiayaan, sekaligus pasar utama nasional.
Skala ekonomi Jawa menjadi semakin kontras ketika dibandingkan dengan gabungan sejumlah negara kecil. Produk domestik bruto Jawa lebih dari sepuluh kali lipat gabungan ekonomi negara seperti Kamboja, Madagaskar, Yaman, dan Suriname.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




