Fenomena Tumbler Everywhere: Aksi Nyata Selamatkan Bumi atau Sekadar FOMO?
Fenomena tumbler yang kini dibawa ke mana-mana-ilustrasi/jambi-independent.co.id-Andin
JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Belakangan ini, membawa tumbler seolah menjadi kewajiban tak tertulis dalam aktivitas sehari-hari.
Lupa membawa botol minum sendiri kerap memunculkan rasa “ada yang kurang”, bahkan muncul kekhawatiran dianggap tidak mengikuti tren.
Fenomena ini dikenal sebagai FOMO (fear of missing out), yaitu perasaan takut tertinggal dari kebiasaan yang sedang populer di lingkungan sekitar.
Tak bisa dimungkiri, tumbler kini mudah ditemui di mana-mana. Mulai dari kantor, kampus, hingga kafe, botol minum dengan berbagai bentuk, warna, dan merek menjadi pemandangan yang lumrah.
BACA JUGA:Off Road Makin Asik! Toyota Mini Land Cruiser 2026 Meluncur, Mesin Diesel 2.8L dan AWD
Namun di balik tren tersebut, muncul pertanyaan mendasar: apakah fenomena tumbler ini benar-benar wujud kepedulian terhadap lingkungan, atau sekadar ikut-ikutan demi terlihat relevan?
Dari sisi positif, tren membawa tumbler jelas berkontribusi pada peningkatan kesadaran lingkungan. Banyak masyarakat mulai meninggalkan botol plastik sekali pakai, sebuah langkah kecil yang berdampak besar di tengah persoalan sampah plastik yang masih menjadi tantangan serius.
Kebiasaan ini dinilai mampu mengurangi volume sampah, khususnya dari kemasan minuman sekali pakai.
Fatya Nurnayla, Peneliti Sosiologi Pendidikan, menilai bahwa fenomena ini mencerminkan adanya pergeseran motivasi di kalangan anak muda.
BACA JUGA:Suzuki Jimny Mini Truck 4x4 Muncul, Layakkah Disandingkan dengan Hilux dan Triton?
“Awalnya mungkin mereka memulai karena melihat tren di media sosial atau merasa FOMO. Namun dalam prosesnya, hal tersebut bisa berkembang menjadi kebiasaan yang positif,” ujar Fatya dalam studinya mengenai gaya hidup urban.
Selain berdampak pada lingkungan, penggunaan tumbler juga dinilai lebih hemat. Air minum dapat diisi ulang dari rumah atau fasilitas kantor tanpa harus membeli minuman kemasan setiap hari.
Bagi pelajar dan pekerja, kebiasaan ini membantu menekan pengeluaran harian sekaligus membentuk pola hidup yang lebih sadar konsumsi.
Meski demikian, fenomena FOMO tumbler juga menyimpan sisi lain yang patut dicermati. Tidak sedikit orang membeli tumbler bukan karena kebutuhan, melainkan demi mengikuti tren.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




