b9

Penelitian: Sarapan Terlambat Bisa Tingkatkan Risiko Kematian dan Gangguan Kesehatan Lansia

Penelitian: Sarapan Terlambat Bisa Tingkatkan Risiko Kematian dan Gangguan Kesehatan Lansia

Ilustrasi Lansia -Freepik/jambi-independent.co.id-

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa jadwal waktu makan dapat menjadi indikator penting bagi kesehatan dan umur panjang, terutama pada kelompok usia lanjut.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa makan terlalu sore berkaitan dengan tingkat masalah kesehatan yang lebih tinggi, termasuk depresi, kelelahan, gangguan kesehatan mulut, dan bahkan risiko kematian dini.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa perubahan waktu makan lansia, terutama waktu sarapan, dapat menjadi penanda status kesehatan mereka secara keseluruhan yang mudah dipantau," ujar Hassan Dashti, PhD, RD, ilmuwan nutrisi dan ahli biologi sirkadian di Rumah Sakit Umum Massachusetts, Amerika Serikat, selaku penulis utama penelitian.

Dashti menambahkan, mendorong lansia untuk memiliki jadwal makan yang konsisten bisa menjadi bagian penting dari upaya mewujudkan penuaan sehat dan umur panjang.

BACA JUGA:Kemenkes Ungkap Alasan di Balik Meningkatnya Kasus Stroke pada Generasi Muda

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Communications Medicine ini melibatkan hampir 3.000 orang dewasa berusia 42 hingga 94 tahun di Inggris, dan dilakukan selama lebih dari 20 tahun. Para peserta melaporkan waktu makan utama mereka (sarapan, makan siang, makan malam), serta kebiasaan tidur, pekerjaan, dan kondisi kesehatan.

Hasilnya menunjukkan bahwa seiring bertambahnya usia, waktu makan para peserta cenderung bergeser lebih lambat. Setiap tambahan 10 tahun usia, rata-rata sarapan tertunda 8 menit, sedangkan makan malam tertunda 4 menit.

Penundaan sarapan ternyata berkaitan langsung dengan kondisi kesehatan kronis yang lebih berat serta peningkatan risiko kematian selama masa penelitian. Setiap penundaan sarapan selama satu jam dikaitkan dengan kenaikan risiko kematian sebesar 8-11 persen.

BACA JUGA:Simak! Ini 3 Prioritas Besar dari Presiden Prabowo untuk Polri, Termasuk Judi Online

"Waktu makan yang lebih lambat, terutama penundaan sarapan, berkaitan dengan tantangan kesehatan dan peningkatan risiko kematian pada lansia," jelas Dashti.

Meskipun penelitian ini tidak membuktikan bahwa makan lebih awal secara langsung memperpanjang usia, para ahli menegaskan bahwa rutinitas sarapan yang konsisten membawa banyak manfaat.

"Metabolisme kita diprogram untuk makan segera setelah bangun," ujar Courtney M. Peterson, PhD, profesor madya nutrisi di Harvard T.H. Chan School of Public Health.

Para peneliti merekomendasikan agar seseorang makan dalam 1–2 jam setelah bangun tidur, guna membantu menyelaraskan jam biologis tubuh (ritme sirkadian), memperbaiki metabolisme, dan meningkatkan kualitas tidur.

BACA JUGA:Prabowo Tegaskan Tidak Boleh Ada Mafia di Sistem Pemerintahan

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: