Tak Mencukupi Kuota Pelaksanaan Vaksin Booster Batal

Tak Mencukupi Kuota Pelaksanaan Vaksin Booster Batal

JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID -  Lantaran warga yang mau divaksinasi booster tak mencukupi kuota, pelaksanaan suntik vaksin di SD Islam Terpadu Muthmainah Kota Jambi batal dilaksanakan.

Kepala SD Islam Terpadu Muthmainah, Nurul Azmi mengatakan bahwa, seharusnya diselenggarakan vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun, masyarakat umum, dosis pertama, kedua, dan ketiga (booster) pada Rabu (23/2) kemarin di sekolahnya.

“Kita sudah imbau agar guru, masyarakat sekitar, dan juga orang tua siswa jika mau divaksin booster silakan dating. Namun ternyata sampai dengan saat ini belum tercapai kuota yang dibutuhkan oleh vaksinator, jadi belum digelar,” katanya, Rabu (23/2).

Nurul tak menyebutkan secara merinci total yang dibutuhkan. Karena menurutnya memang yang melakukan vaksin ialah dari pihak kepolisian yang bekerjasama dengan sekolah.

Baca Juga: Hindari 5 Kebiasaan ini Setelah Anda Bangun Tidur

Baca Juga: Waspada, Sering Konsumsi 4 Minuman Ini Bisa Merusak Ginjal

“Karena kan ada ketentuan untuk vial vaksin ini berapa yang dibutuhkan agar bisa digunakan, tapi karena memang tidak tercapai, ya belum bisa dilaksanakam,” ujarnya.

Sementara itu, untuk vaksinasi dosis pertama dan kedua, kata dia sudah berjalan. Diikuti oleh siswa di sekolahnya. Kemarin, ada 91 siswa dari kelas 1 hingga 6 yang divaksin dosis pertama, dan juga untuk divaksin dosis kedua.

Sementara itu, saat ini memang pemerintah tengah menggenjot capaian vaksinasi, khususnya bagi lansia dan vaksinbooster. Ini sebagaimana yang disampaikan Presiden RI, Joko Widodo pada saat peninjauan vaksinasi serentak Indonesia secara online beberapa waktu lalu.

Jokowi meminta agar kabupaten dan provinsi di Indonesia dapat konsentrasi pada suntikkan vaksinasi dosis kedua. Kata dia, ini perlu dilakukan, mengingat berdasarkan data yang diterimanya, capaian dosis kedua dan ketiga masih rendah.
"Seluruh kabupaten/kota dan provinsi konsentrasi disuntikkan kedua, dan suntik ketiga atau booster. Karena dosis kedua dan dosis ketiga ini saya lihat masih banyak yang dibawah 60 persen. Rendah," kata Jokowi.

Baca Juga: Jaga Kesehatan Mental, Jangan Jadi Toxic Positivity, Ini Penjelasannya

Baca Juga: Wow, Ini 5 Manfaat Luar Biasa Minum Kopi Setiap Hari

Dirinya mengatakan, dalam pelaksanaan vaksinasi didahulukan kepada lansia. Sebab, menurutnya 69 persen kasus meninggal usai terpapar Covid-19 varian omicron, didominasi oleh lansia, dan masyarakat yang belum divaksin.(tav/zen)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: