Ini Alasan Mengapa Mobil Listrik Lebih Mahal Dari Mobil Konvensional

Ini Alasan Mengapa Mobil Listrik Lebih Mahal Dari Mobil Konvensional

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID-Mobil listrik tampaknya sudah mulai menjadi primadona di kalangan masyarakat Indonesia. Namun,harga mobil listrik ini masih terbilang lebih mahal jika dibandingkan dengan harga mobil konvensional. Mengapa?

Nah, ternyata salah satu faktor yang membuat mahal adalah penggunaan baterai pada mobil. Sebab,yang mempengaruhi harga ternyata adalah adanya komponen baterai tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Kementerian Perindustrian yang menjelaskan alasan harga kendaraan bermotor listrik berbasis baterai jauh lebih mahal dibandingkan yang konvensional.

Disampaikan Kepala Subdirektorat Industri Alat Transportasi IMATAP, Kementerian Perindustrian, Dodiet Prasetyo, bahwa lebih dari separo (51 persen) harga sebuah baterai listrik dipengaruhi oleh material katoda, yang menentukan kapasitas dan daya. Katoda biasanya terdiri dari lithium, nikel, kobalt, dan mangan.

Baca Juga: BRI Group Apresiasi 7.000 Perempuan Dalam Woman 2022 Untuk Peringatan Hari Kartini

Baca Juga: PKS dan Gerindra Kompak Masih Tolak Interpelasi Formula E

“Yang mempengaruhi harga kendaraan listrik secara maksimal adalah komponen baterainya karena 51 persen sebuah mobil di pengaruhi oleh material katoda,"ujarnya.

Biaya terbesar kedua berasal dari ongkos manufaktur dan depresiasi. Saat ini Asia masih menjadi manufaktur terbesar baterai listrik, 80 persen berada di Tiongkok.

Anoda, yang terbuat dari grafit, menyumbang 12 persen terhadap harga sebuah baterai. Sementara itu, komponen separator, yang memisahkan katoda dengan anoda, menyumbang 7 persen.

Komponen elektrolit, yang membawa ion lithium dari katoda ke anoda, menyumbang 4 persen dan tempat baterai (housing), biasanya terbuat dari baja atau aluminium, sebesar 3 persen.

Baca Juga: Rekrutmen Bersama BUMN 2022: Info Loker Jasa Marga, Cek Formasinya di Sini

Baca Juga: Biking Pangling Pamer Dada Montok, Aura Kasih ke Aming: Ukuran Berapa? Kayak Gede Banget

Saat ini, harga baterai kendaraan listrik belum bisa murah, hal ini mungkin baru bisa terjadi pada 2030 nanti ketika sudah banyak kendaraan listrik yang beredar secara global.

Dodiet mengharapkan harga mobil listrik kecil ini bisa berkisar di angka Rp 400 jutaan. Mobil listrik yang beredar di Indonesia saat ini rata-rata berada di atas Rp 500 juta.

Membuat compact car adalah salah satu cara Kementerian Perindustrian untuk mempopulerkan kendaraan listrik di Indonesia. Sejak 2019, pemerintah Indonesia mengeluarkan berbagai regulasi untuk mendukung pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. Selain itu, Kemenperin juga mendorong penggunaan kendaraan listrik di sejumlah instansi pemerintahan. (viz)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: