Menag Puji Warisan Kemanusiaan Paus Fransiskus dalam Konferensi Damai di Vatikan
Menteri Agama Nasaruddin Umar-Kemeng RI/jambi-independent.co.id-
JAMBI - INDEPENDENT.CO.ID - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar melakukan kunjungan ke Vatikan, Roma, untuk menghadiri Pertemuan Internasional untuk Perdamaian yang digelar oleh Komunitas Sant’Egidio.
Dalam forum lintas agama tersebut, Nasaruddin mendapat kesempatan untuk menyampaikan pandangan dan refleksi mengenai visi serta warisan kemanusiaan Paus Fransiskus yang dinilai mampu memperkuat semangat perdamaian antarumat beragama di dunia.
“Kunjungan saya ke Roma dan Vatikan bertujuan untuk berbicara tentang visi Paus Fransiskus dalam upaya membangun perdamaian global,” ujar Nasaruddin.
BACA JUGA:Resmi Cerai, Raisa dan Hamish Daud Sepakat Berpisah Secara Baik-Baik
Usai bertolak dari Jakarta pada Sabtu, 25 Oktober 2025, setibanya di Vatikan, Nasaruddin langsung memenuhi undangan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Takhta Suci.
Di sana, ia berkesempatan bertemu dengan ratusan diaspora Indonesia yang tinggal di Vatikan dan Italia. Pertemuan tersebut turut dihadiri Duta Besar RI untuk Takhta Suci, Michael Trias Kuncahyono, para perwakilan diplomatik dari negara-negara sahabat, serta sejumlah imam dan biarawati asal Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Nasaruddin yang juga menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal mengenang kembali momen bersejarah ketika Paus Fransiskus melakukan kunjungan ke Indonesia pada September 2024.
BACA JUGA:Gempa Bumi M 6,2! Ini Daerah di NTT yang Terdampak
Saat itu, keduanya menandatangani Deklarasi Istiqlal, sebuah komitmen bersama untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan universal, mempererat dialog lintas iman, dan mendorong kepedulian terhadap lingkungan hidup.
“Saya masih mengingat dengan jelas pertemuan kami ketika menandatangani Deklarasi Istiqlal. Semangat kemanusiaan yang beliau sampaikan bahwa kemanusiaan hanya memiliki satu warna tetap menjadi inspirasi yang kami terus gaungkan,” tutur Nasaruddin.
Lebih lanjut, Menag menilai bahwa nilai-nilai kemanusiaan dan toleransi yang dihidupi Paus Fransiskus sangat sejalan dengan falsafah bangsa Indonesia yang berakar pada semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
BACA JUGA:Program Bedah Rumah di Jambi Rampung 100 Persen, 550 Unit Telah Disalurkan
Ia menekankan bahwa keberagaman bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang menyatukan umat manusia dalam perdamaian dan saling menghormati.
Kehadiran Menag Nasaruddin di Vatikan sekaligus menjadi simbol komitmen Indonesia dalam mendukung dialog lintas agama di tingkat global.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




