Ternyata, Rasulullah SAW Cemburu dengan Dua Orang Ini

 Ternyata, Rasulullah SAW Cemburu dengan Dua Orang Ini

Rasulullah SAW ternyata cemburu dengan dua orang ini.-ist/jambi-independent.co.id-

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Sifat iri atau cemburu terhadap orang lain merupakan perilaku yang seringkali dianggap negatif dalam agama Islam

Namun, terdapat pengecualian bagi beberapa individu yang pantas mendapat cemburu karena kelebihan yang mereka miliki. 

Rasulullah SAW sendiri pernah mengungkapkan dua jenis orang yang membuat beliau merasa iri dan cemburu.

Lalu, siapakah mereka hingga bisa membuat Rasulullah SAW merasa iri dan cemburu? Mari kita simak informasi lengkapnya.

BACA JUGA:Subhanallah, Ini Keajaiban Doa Iftitah yang Mampu Membuka Pintu Langit

BACA JUGA:Doa Nabi Ibrahim Ini Baru Terkabul Setelah 3.000 Tahun, Apa Isinya?

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa tidaklah tercela jika seseorang merasa iri terhadap dua jenis individu ini.

1. Orang yang Memahami Alquran
Orang pertama yang membuat Rasulullah iri adalah mereka yang memiliki pemahaman yang baik terhadap Alquran

Mereka mendekatkan diri kepada Alquran dengan membaca, menghafal, merenungkan maknanya, mengajarkannya, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. 

Ketika seseorang melihat tetangganya yang memahami Alquran dengan baik, mungkin timbul keinginan untuk memiliki pemahaman yang sama sehingga bisa mengamalkan Alquran dengan baik pula.

BACA JUGA:7 Doa Pembuka Aura Wajah Agar Bercahaya dan Berseri

BACA JUGA:Waktu Mustajab untuk Berdoa, Simak Artikel Ini

“Tidak ada (sifat) iri (yang terpuji) kecuali pada dua orang: seorang yang dipahamkan oleh Allah tentang Alquran kemudian dia membacanya di waktu malam dan siang hari, lalu salah seorang tetangganya mendengarkan (bacaan alquran)nya dan berkata: “Duhai kiranya aku diberi (pemahaman Alquran) seperti yang diberikan kepada si Fulan, sehingga aku bisa mengamalkan seperti (membaca Alquran) seperti yang diamalkannya. Dan seorang yang dilimpahkan oleh Allah baginya harta (yang berlimpah) kemudian dia membelanjakannya di (jalan) yang benar, lalu ada orang lain yang berkata: “Duhai kiranya aku diberi (kelebihan harta) seperti yang diberikan kepada si Fulan, sehingga aku bisa mengamalkan (bersedekah di jalan Allah) seperti yang diamalkannya” (HR. Al-Bukhari).

BACA JUGA:Bupati Hadiri Sertijab Kepala Perwakilan BPK RI Perwakilan Provinsi Jambi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: