Fenomena Dollar Kabur, Catatan Eksport Indonesia

Fenomena Dollar Kabur, Catatan Eksport Indonesia

Dr. Noviardi Ferzi --Jambi-independent.co.id

Oleh : Dr. Noviardi Ferzi

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Di tengah booming eksport komoditas Indonesia, ada fenomena eksportir membawa kabur devisa hasil ekspor (DHE) dalam bentuk dolar AS ke luar negeri dan menyimpannya di bank luar negeri.

Pertanyaanya, kenapa dollar bisa lari dari dalam negeri, padahal dollar itu bayaran yang diterima dari penjualan komoditi kita sendiri ?

Jawabannya, kaburnya valuta asing termasuk dollar ini disebabkan oleh aturan dan Undang-Undang (UU) kita sendiri9 yang memperbolehkan eksportir membawa dolar ke luar negeri setelah pencatatan, tanpa ada kewajibann konversi ke rupiah.

Selain itu alasan pengusaha enggan menyimpan Devisa Hasil Ekspor (DHE) ke Indonesia, salah satunya karena kelangkaan instrumen dolar AS di pasar keuangan Indonesia adalah penyebabnya. 

BACA JUGA:Ramalan Karier Berdasarkan Zodiak, Aquarius, Ini Adalah Harimu Untuk Bersinar

BACA JUGA:Kisah Cinta Zodiak, Scorpio, Tidak Ada Jalan Keluar Darinya

Pengusaha bidang eksportir Tanah Air lebih memilih menyimpan dolar hasil ekspor di luar negeri. Hal ini dikarenakan kurang kompetitif bunga deposito valas di Indonesia.

Hal ini bisa menjadi indikasi faktor bahwa banyak orang lebih memilih untuk menyimpan dana hasil ekspor di Singapura.

Bank di Negeri Jiran tersebut menawarkan lebih dari 3% setahun untuk dolar AS yang ditempatkan di deposito berjangka. Jauh lebih tinggi dibandingkan di dalam negeri yang hanya rata-rata 0,38%.

Akibatnya, tak bisa dipungkiri banyak pendapatan ekspor Indonesia disimpan di bank-bank Singapura di tengah-tengah fenomena penguatan dolar AS. Semakin banyak dolar hasil ekspor disimpan di luar negeri, maka mengganggu stabilitas rupiah.

BACA JUGA:Zodiak Kamu Hari ini, Aries, Impian Anda Mungkin Sangat Intens Sekarang

BACA JUGA:PENGUMUMAN! Harga BBM Pertamina Resmi Naik per 1 Februari 2023, Cek Harga Terbaru Pertalite-Pertamax di Jambi

Namun dibalik ini alasannya adalah fakta sebagian para pemain eksport komoditi adalah pihak atau perusahaan asing,  bukan pemain dalam negeri. Seperti batubara misalnya, sebagian pemilik tambang Batubara ataupun pihak pengeksport adalah asing, jadi ketika mereka menerima uang, tak aneh uang yang mereka terima mereka bawa ke negara mereka, khususnya China dan India.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: