Sempat Perkasa, Harga Emas Merosot Lagi

Sempat Perkasa, Harga Emas Merosot Lagi

Harga emas merosot pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), berbalik melemah dari kenaikan tajam sehari sebelumnya-Foto: Antara-

JAKARTA, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Setelah sempat perkasa, harga emas ternyata kembali merosot. 

Harga emas menurun lagi pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), berbalik melemah.

Padahal satu hari sebelumnya, terjadi kenaikan tajam pada harga emas.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Jumat 2 Desember 2022 bahwa data penggajian non-pertanian (NFP) AS naik 263.000 pada November, jauh di atas perkiraan 200.000, dan tingkat pengangguran 3,7 persen, sejalan dengan ekspektasi.

BACA JUGA:Duh, Gaji Honorer Sarolangun Tahun 2021 Tak Bisa Dibayarkan

BACA JUGA:BREAKING NEWS: Seorang Pria di Dendang Tanjab Timur Hilang di Sungai yang Dihuni Buaya


"Emas telah mengalami reli yang bagus sejak awal November dan aksi ambil untung dapat terjadi, tetapi penurunan yang signifikan tampaknya tidak dijamin," kata analis di platform perdagangan online OANDA Ed Moya seperti dikutip dari JPNN.com

Logam kuning melemah karena data pekerjaan AS lebih kuat dari perkiraan.

 

Namun, ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga yang lebih kecil pekan depan menahan kerugian lebih lanjut.

 

"Ekonomi melambat dan inflasi harus terus menurun di sini dan membenarkan jeda kenaikan suku bunga Fed setelah kuartal pertama," imbuhnya.

BACA JUGA:Ini Arti dan Makna Sura dan Sulu, Maskot Pemilu 2024 yang Baru Diluncurkan KPU RI

BACA JUGA:Lubuk Snanit, Wisata Baru di Muaro Jambi Hadirkan Suasana Alam Pedesaan

 

Setelah 15 minggu terjebak dalam cengkeraman harga USD 1.700 atau lebih rendah, baik emas Comex maupun emas spot menembus level tertinggi 5 bulan di atas USD 1.800 per ounce pada Kamis 1 Desember 2022.

 

Ketua Federal Reserve Powell menyatakan pelambatan kenaikan suku bunga pada Desember awal minggu ini telah mendorong emas.

 

Di sisi lain, data pekerjaan yang lebih kuat dari perkiraan memiliki beberapa implikasi inflasi yang lebih tinggi, kemungkinan mengakibatkan keengganan bank sentral AS untuk mundur terlalu banyak pada pengetatan kebijakan moneter agresifnya, menurut analis pasar.

 

 

Menjawab pertanyaan setelah pidato di Universitas Loyola pada Jumat 2 Desember 2022, Presiden Fed Chicago Charles Evans mengatakan Fed berada di jalur untuk mengembalikan inflasi ke targetnya.

BACA JUGA:Portugal Kalah Lawan Korea, Christiano Ronaldo Gelar Aksi Tutup Mulut

BACA JUGA:Harga Minyak Goreng di Bungo Merangkak Naik, Segini Harganya

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, tergelincir USD 5,60 atau 0,31 persen menjadi ditutup pada USD 1.809,60 per ounce. Namun, untuk minggu ini emas berjangka masih membukukan kenaikan 3,10 persen.

Emas berjangka melonjak USD 55,3 atau 3,14 persen menjadi USD 1.815,20 pada Kamis 1 Desember 2022, setelah merosot USD 3,80 atau 0,22 persen menjadi USD 1.759,90 pada Rabu 30 November 2022. *

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: jpnn.com