Ratusan Hektare Lahan Pertanian di Sarolangun Kini Jadi Lokasi PETI

Ratusan Hektare Lahan Pertanian di Sarolangun Kini Jadi Lokasi PETI

Lokasi Penambangan Emas Ilegal Tanpa Izin (PETI) di Sarolangun-dok/jambi-independent.co.id-

SAROLANGUN, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (DTPHP) Sarolangun, mencatat sudah ratusan hektar lahan pertanian terdampak aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) mengancam lahan pertanian warga di Kabupaten Sarolangun.

Kepala Dinas TPHP Sarolangun,  Dedi Hendri mengatakan, berdasarkan data dan laporan yang terdata dari tiga kecamatan yakni, Limun, Batang Asai dan Cermin Nan Gedang sudah ratusan lahan terdampak aktivitas PETI.

"Kalo data realnya saya belum pegang, namun kalau diperkirakan estimasinya sudah mencapai lebih dari 100 hektar lahan yang terdampak aktivitas peti," katanya, Selasa 20 September 2022.

Lanjutnya, sebelum adanya aktivitas PETI di tiga kecamatan tersebut, sangat banyak lahan pertanian terutama padi.

BACA JUGA:Konversi LPG 3 Kilogram ke Kompor Listrik Dimulai

BACA JUGA:New CBR250RR Miliki Fitur Berkelas dan Performa Meningkat

Namun seiring waktu dan maraknya aktivitas peti berdampak besar pada jumlah lahan di wilayah itu.

"Sebenarnya yang melakukan aktivitas peti tersebut, masih ahli waris dari pemilik lahan. Hanya saja lahan yang sejatinya untuk pertanian menjadi alih fungsi sebagai ladang aktivitas ilegal peti," ucapnya.

"Lahan tersebut merupakan lahan turun temurun, dan sekarang tinggal sedikit yang mau bertahan untuk bercocok tanam," sambungnya.

Tetapi yang harus diketahui, kata dia, pemerintah juga memiliki lahan LP2B. Ke depan, lahan yang telah ditetapkan ini akan menjadi fokus pengawasan agar tidak diserobot dan bernasib sama seperti lahan warga lainnya menjadi lahan PETI. 

BACA JUGA:AHM Luncurkan Supersport New CBR250RR Berkarakter Big Bike

BACA JUGA:Ujian Promosi Doktor Terbuka Anzu Elvia Zahara Tobing Lulus dengan Nilai A

"Sekarang sudah ditingkatkan dengan lahan sawah dilindungi, tentu akan ada dampak dan aspek hukumnya. Jika ada oknum yang menggunakan lahan tersebut atau mengalih fungsikan menjadi kawasan PETI," pungkasnya.*

Sumber: