Tuntutan Hukum Ferdy Sambo Bertambah Lagi, Apa Saja?

Tuntutan Hukum Ferdy Sambo Bertambah Lagi, Apa Saja?

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Dalam pengusutan kasus tewasnya Brigadir J dan telah ditetapkannya Ferdy Sambo sebagai tersangka, kembali sebuah kasus baru disampaikan oleh Tim Advokat Penegakan Hukum dan Keadilan (Tampak).

Roberth Keytimu selaku ketua Tampak menjelaskan bahwa diduga Ferdy Sambo mencoba melakukan tidakan suap terhadap dua staf Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) yang melakukan pemeriksaan Putri Candrawathi.

Dengan demikian, tuntutan hukum Ferdy Sambo bertambah lagi yaitu tuntutan penyuapan.

Pelaporan kasus penyuapan ini diduga dilakukan oleh Ferdy Sambo terhadap dua staf LPSK yang dilaporkan oleh Tampak ke lembaga KPK.

BACA JUGA:LBH Alvin 

BACA JUGA:Gubernur Jambi Al Haris Kukuhkan Pasukan Paskibraka 2022: Jaga Kesehatan

“Peristiwa tersebut terjadi saat itu kedua staf LPSK selesai melakukan pemeriksaan dan seseorang datang menyodorkan dua amplop. Kedua staf tersebut gemetar dan meminta agar amplop tersebut dikembalikan,” jelas Roberth.

Roberth mengatakan bahwa orang yang menyerahkan uang tersebut mengatakan bahwa itu dari bapak, dalam hal ini bapak tersebut diduga adalah Ferdy Sambo.

Sedangkan Saor Siagian selaku kordinator Tampak menambahkan bahwa Ferdy Sambo juga harus diperikasa atas upaya penyuapan beberapa pihak.

“Ada Rp 2 miliar janji Ferdy Sambo untuk Bharada E Rp 1 miliar serta RR dan KM masing-masing Rp 500 juta. Selain itu saat para awak media tidak bisa mengakses ke rumah Ferdy Sambo ternyata mereka juga bayar security disana,” terang Saor.

BACA JUGA:Aksi Curanmor di Lokasi Taman TK Muarasabak Barat Sempat Terlihat Oleh Pengunjung Taman 

BACA JUGA:Hati-hati! Gegara Ini, Motor Pengunjung Taman TK Muarasabak Barat Raib Digondol Maling

“Kemudian staf Kapolri serta yang mendraf yang sekarang juga telah mengundurkan diri apakah dia juga disodorkan seperti LPSK, dimana LPSK menolak namun apakah staf Kapolri menerima suap dari Ferdy Sambo,” tambah Saor.

Saor Siagian selaku kordinator Tampak menjelaskan bahwa setelah melakuan pemeriksaan terhadap Purti Candrawathi, kedua staf LPSK disodorkan dua amplop yang di dalamnya terdapat uang.

Sumber: disway.id