Megah, Bangunan Klenteng Leng Chun Keng Berkiblat Desain Modern Cina

Megah, Bangunan Klenteng Leng Chun Keng Berkiblat Desain Modern Cina

DOK/JAMBI INDEPENDENT MEGAH: Klenteng Leng Chun Keng tampak megah, desain bangunan berkiblat pada desain modern Cina.--

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Kelenteng Leng Chun Keng yang berlokasi di Kelurahan Talang Jauh, Kecamatan Jelutung, jika diartikan, merupakan Naga Semi Istana.

Saat itu, pengurus Kelenteng Leng Chun Keng, mengatakan bahwa bangunan mewah itu rampung pada tahun 2015. Masyarakat pun antusias beribadah.

"Tahun 2015 bangunan ini baru menjadi seindah ini. Dengan desain dan corak khas merah, ini berkiblat pada desain modern dari negeri China," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, setiap ornamen pada kelenteng memiliki makna tersendiri. Seperti lilin berwarna merah, adalah lambang kebesaran kelenteng dan melambangkan dewa. Naga yang ada pada bagian depan gapura, melambangkan kebesaran kelenteng.

BACA JUGA:Bisa Pengaruhi Pembuktian di Sidang, Ini Upaya Kejari Tebo Terkait Perubahan Status Penahanan Ismail Ibrahim

BACA JUGA:Wow...Setelah Dipecat Bharada E, Pengacara Deolipa Yumara Minta Fee Rp 15 Triliun ke Bareskrim Polri

"Lilin ini melambangkan agar dewa melindungi kita dalam urusan usaha, membuka jalan yang terang supaya dewa membantu kita dan lancar segala usaha tidak ada dalam kegelapan," sampainya.

Kata dia, bangunan tersebut sudah mengalami beberapa kali perombakan. Pertama kali, bangunan dari kayu.

Adapun nama pada klenteng tersebut merupakan nama pilihan dewa. Kata dia, tiap kelenteng telah diberikan nama oleh dewa, umat tinggal menjalankan saja sebaik mungkin. Untuk kelenteng ini, dewa tuan rumah ialah Dewa Cu Liong Kong.

"Jika diartikan per kata, arti Leng itu adalah Naga. Chun artinya semi, dan Keng adalah istana," ujarnya.

BACA JUGA:Truk Tangki CPO Jatuh ke Jurang dan Terbakar

BACA JUGA:Ada Jejak Hewan Besar, Warga Tungkal I Tunda Panen Kelapa, Ternyata Ini Hewannya

Dirinya mengatakan, tak ada alasan pasti kenapa nama tersebut yang akhirnya dipilih dewa untuk menjadi nama kelenteng.

"Kita sebagai umat duniawi tinggal menjalankan saja kehidupan dengan baik dan juga beribadah kepada dewa," bebernya.(tav)


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: