Jemaah Haji Meninggal Belum Bisa Dibawa Pulang, Ini Alasannya

Jemaah Haji Meninggal Belum Bisa Dibawa Pulang, Ini Alasannya

Jemaah Haji Meninggal Belum Bisa Dibawa Pulang--

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Pemerintah mencatat, Calon haji Indonesia yang meninggal dunia di Tanah Suci bertambah menjadi enam orang hingga hari ini, Senin 20 Juni 2022.

Namun, jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia saat menjalani ibadah haji, maka jenazahnya tidak bisa dibawa pulang ke Tanah Air. Hal ini sesuai dengan kebijakan dari pemerintah Arab Saudi.

Lantas, apa dasar aturan pemerintah Arab Saudi yang tidak memperbolehkan jenazah jemaah haji yang meninggal dunia di Tanah Suci untuk dibawa pulang?

Jumlah itu dipastikan setelah seorang anggota jamaah dari daerah Embarkasi Solo bernama Purnomo bin Sukaryo (61) meninggal dunia di Kota Madinah, Arab Saudi, pada Sabtu 18 Juni 2022.

BACA JUGA:Jenazah Jemaah Haji Meninggal di Tanah Suci Tak Bisa Dibawa Pulang ke Indonesia, Ini Alasannya...

BACA JUGA:Hadir 3 Fitur Baru WhatsApp Untuk Layanan Panggilan Suara

Alasan orang meninggal dunia di Mekkah saat haji atau umrah tidak boleh dibawa pulang adalah karena pemerintah Arab Saudi khawatir jarak tempuh yang sangat jauh akan merusak kondisi jenazah.

Selain itu, biaya yang akan dikeluarkan juga tidak sedikit karena harus menggunakan pesawat, belum lagi masih harus mengurus beberapa berkas penting lainnya.

Ada hadist yang menjelaskan keutamaan muslim yang meninggal di Tanah Suci yang artinya:

"Siapa yang bisa meninggal di Madinah, silakan meninggal di Madinah. Karena aku akan memberikan syafaat bagi orang yang meninggal di Madinah,"

BACA JUGA:Ikuti Tips Jitu Untuk Milenial Agar Tetap Aman Penuhi Kebutuhan dan Mengatur Keuangan

BACA JUGA:Ternyata yang Hilang di Sungai Aere, Seorang Kakek 59 Tahun

Namun, jika ada yang ingin memaksakan untuk memulangkan jenazah ke negara asal, misalnya Indonesia, maka hal tersebut harus dibantu oleh pemerintah Indonesia.

Bantuan itu dilakukan melalui surat permintaan dari ahli waris yang akan diteruskan pada pihak otoritas di Arab Saudi.

Namun proses ini tak mudah dilakukan karena membutuhkan waktu yang tak sedikit.

Selain itu pemulangan jenazah dari Tanah Suci ini juga harus mendapat persetujuan dari pihak kepolisian setempat, pihak rumah sakit dan membutuhkan tanda tangan dari Gubernur Mekkah yang sedang menjabat saat itu.

BACA JUGA:Polisi Bern Ungkap Indentitas Korban Baru yang Tenggelam di Sungai Aere

BACA JUGA:Gus Miftah Pertanyakan Agama Rendang, UAH Sindir: Sejak Kapan Batik Punya Kewarganegaraan?

Jadi, itulah sederet alasan mengapa jenazah jemaah haji yang meninggal dunia di Tanah Suci tidak bisa dibawa pulang ke negara asal.

Untuk itu, ketika ada keluarga atau kerabat yang meninggal saat sedang ibadah umrah atau haji, maka pihak keluarga sudah mengikhlaskan untuk jenazahnya dikubur di sana. (slt)

Artikel ini telah tayang di Disway.Id dengan judul Alasan Jenazah Jemaah Haji Meninggal di Tanah Suci Tak Bisa Dibawa Pulang, Ini Penjelasannya...

Sumber: