Pemilu 2024 Gunakan Kotak Suara Kardus, KPU RI Sebut Kekurangan Uang

Pemilu 2024 Gunakan Kotak Suara Kardus, KPU RI Sebut Kekurangan Uang

Kotak suara kardus yang digunakan pada tahun 2019 lalu, akan kembali digunakan pada Pilpres 2024.-dok-https://jambiindependent.disway.id/

JAKARTA, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Hasyim Asyari mengaku tak bisa membiayai sewa gudang untuk tempat penyimpanan kotak suara alumunium pada Pemilu 2024.

Oleh karena itu, dia memastikan penyelenggaraan Pemilu 2024 akan menggunakan kotak suara berbahan kardus sekali pakai.

“Masih digunakan (kotak suara kardus, red), saya pastikan digunakan. Anggaran KPU untuk gudang itu tidak selalu ada," kata Hasyim di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu 18 Mei 200, dikutip pada JPNN.com.

Dia menjelaskan kotak suara alumunium memerlukan gudang penyimpanan sehingga saat pemilu digelar bisa langsung dirakit untuk digunakan.

BACA JUGA:Tarif Listrik Bakal Naik Lagi, Ini Kriteria Pelanggan yang Terdampak

BACA JUGA:Tega Aniaya Anak Tirinya, Seorang Perempuan di Kota Jambi Ditangkap Polisi

Setelah digunakan untuk pemilu, kotak kardus sekali pakai tersebut akan dilelang dan hasil lelangnya akan disetorkan ke kas penerimaan negara.

"Setelah selesai proses sengketa-sengketa selesai, proses pengarsipan dokumentasi selesai, dokumen kepemiluan ditingkat TPS selesai semua, isinya dilelang, termasuk kotak kardusnya. Itu lebih efisien dan (hasil lelang, red) akan disetor ke kas negara penerimaan negara," jelas dia.

Hasyim menjelaskan penggunaan kotak suara kardus dilakukam untuk efisiensi dan efektivitas dalam penyelenggaraan Pemilu 2024.

Terkait keamanan kotak suara kardus, dia memastikan adanya segel yang terbuat dari kabel tis dan diawasi oleh sejumlah pihak sehingga surat suara tetap terjamin keutuhannya.

BACA JUGA:Ngaku Simpati ke Ridwan Kamil, DPP PAN Siap Mendukung Dibursa Pilpres 2024

BACA JUGA:Parah, Bukannya Taubat Pria Ini Malah Sodomi Anak

"Kalau urusan jaminan keamanan, kan, jelas, kotaknya disegel dikasih kabel tis kemudian semua pengawas atau pemantau ada polisi, wartawan juga bisa menyaksikan di TPS-nya masing-masing," tandas Hasyim. (*/zen)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: jpnn.com