Mulai Menjamur, Nikuba Tuai Kontroversi di Tengah Kalangan 'Insinyur Online'

Mulai Menjamur,  Nikuba Tuai Kontroversi di Tengah Kalangan 'Insinyur Online'

CEO Iwan Piliang Bantah Tudingan Nikuba Alat Hoaks--

JAKARTA,JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID -
Nikuba alat pengubah air menjadi hidrogen sehingga dapat digunakan untuk kendaraan bermotor hingga saat ini mulai menjamur dan digunakan di beberapa wilayah di Indonesia.
 
Beberapa daerah yang mulai banyak menggunakan Nikuba diantaranya di Cirebon, Jakarta, Bandung hingga Bali.
 
Pastinya, kemunculan Nikuba yang belakangan jadi perbincangan banyak publik, belum sepenuhnya menerima.
 
 
 
Ada pro dan kontra di kalangan warganet yang berani beranggapan beragam hal mengenai kemunculan Nikuba ini.
 
Namun, secara tegas Nikuba Hidrogen mengklaim alat ini sudah diuji coba dan telah mencapai hasil final bahwa Nikuba 100 persen dapat mengonversi air ke hidrogen.
 
"Yang diramaikan belakangan memang produk hasil final 100 % konversi air ke hidrogen melalui generator diberi nama Nikuba," tulis admin @NikubaHidrogen lagi.
 
Tak sampai di situ, pihak Nikuba Hidrogen juga mengklaim bahwa bahan bakar Nikuba ini tidak akan menimbulkan asap.
 
Iwan selaku CEO Nikuba Hidrogen mengatakan bahwa Nikuba sebenarnya sudah ada sejak 7 tahun yang lalu.
 
Akan tetapi pada saat itu Nikuba baru bisa bekerja sebagai penghemat bahan bakar saja dan belum bisa menggantikan bahan bakar minyak (BBM).
 
"Dua tahun pertama dari 5 tahun itu kita mengatasi kendala over supply power, defisit dari power aki," paparnya. 
 
 Iwan menceritakan sedikit tentang sejarah singkat ditemukannya alat generator pengonversi dari air menjadi hidrogen tersebut.
 
Hal ini berhubungan langsung dengan rencana awal Aryanto Misel, yang akan melakukan proses produksi 10.000 unit Nikuba siap diedarkan.
 
"Kakak kami baru akan mulai produksi massal. Kalau produksi per 10 ribu buah, harga jual kami nantinya satu Rp 6 juta," cuit akun Twitter @NikubaHidrogen.
 
"Mobil akan dirilis kalau 10 ribu tahap l, untuk motor sdh masuk pasaran Kakak," jelas akun tersebut.
 
Sebelumnya alat ini sudah terpasang 31 kendaraan milik Pangdam 3 Siliwangi Cirebon.
 
Beberapa video bukti jelas kalau alat Nikuba ini terbukti ampuh digunakan oleh kendaraan milik pasukan TNI itu, baik roda empat maupun roda dua.
 
Cara kerjanya sendiri Nikuba mentransfer air biasa, lalu diubah menjadi molekul cairan berupa hidrogen.
 
Hidrogen sendiri salah satu bahan yang dapat digunakan oleh kendaraan. 
 
Bahkan, bukan hanya kendaraan biasa, hidrogen juga digunakan untuk bahan bakar pesawat luar angkasa.
 
 
 
Sang penemu alat ini juga sudah diklaim bahwa Nikuba bisa menjadi pengganti Bahan Bakar Minyak (BBM) secara 100 persen.
 
Tak berhenti sampai di situ, selain jadi alat andalan para pasukan TNI di Pangdam Siliwangi, alat ini sudah menjamur di beberapa daerah.
 
Baru-baru ini Nikuba Hidrogen di Twitter melaporkan kalau alatnya sudah terpasang di sepeda motor di Jakarta.
 
"Di Jakarta ada satu motor sdh dipasang #NikubaHidrogen," cuit admin Twitter @NikubaHidrogen pada Jumat, 13 Mei 2022.
 
Seperti disinggung tadi, selain di Jakarta, Nikuba juga sudah digunakan di beberapa daerah lainnya, dari Cirebon sampai Bali.
 
"Kalau di Cirebon langsung di kediaman Pak Aryanto. Bali ada di Jimbaran, Kakak," sambungnya.
 
Lebih lanjut, ada juga kendaraan bermotor di Bandung yang juga sudah mulai memasang Nikuba.
 
"Tentu di Kodam lll, Bandung, bisa juga disimak, Kakak," tulis admin di cuitan lainnya. (viz)
 
 
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: