Jalur Khusus Masih Abu-Abu

Jalur Khusus Masih Abu-Abu

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID, KOTA JAMBI, JAMBI – Polemik angkutan batu bara sepertinya akan terus berkepanjangan. Pengalihan rute atau rekayasa jalur kendaraan angkutan batu bara, dari tambang menuju Pelabuhan Talang Duku tidak menjamin meredam konflik di jalan. Publik menilai, kebijakan Pemprov Jambi ini, hanya pengalihan masalah. Dan jalur khusus batu bara pun sampai hari ini belum bisa dipastikan kapan akan dibangun.

“Tahun depan masih belum bisa dikerjakan, kalau menggunakan pembiayaan dari pemerintah. Karena belum dianggarkan di tahun ini,” kata Sudirman Sekda Provinsi Jambi, Jumat (19/11).

Lanjutnya, untuk membangun jalan khusus truk batu bara tersebut, akan diputuskan pada akhir tahun ini. Dalam hal ini menentukan siapa yang akan membangun.

Terkait belum adanya kepastian itu, Sudirman menyebutkan, jika Pemprov Jambi yang bangun jalur tersebut, maka pemprov akan mencari pinjaman ke lembaga luar.

“Mudah-mudahan tahun ini bisa dipastikan jalan khusus atau tidak, kalau tidak maka kita cari pinjaman, saya juga sudah berbicara ke PU untuk mencari pinjaman ke lembaga pembiayaan,” ungkapnya.

Sudirman juga belum bisa menegaskan kapan akan dimulainya jalur khusus tersebut. Kata dia, pihaknya akan memberikan kesempatan kepada pihak swasta, apalagi saat ini sudah ada dua investor yang akan membangun jalur khusus itu.

“Mereka belum berbicara secara teknis, kalau persiapannya mereka sudah yakin dan mereka sudah mengukur panjang jalan yang dilalui dan menyiapkan dana,” tambahnya.

Dia juga mengakui, dengan rekayasa jalur truk batu bara itu bisa menimbulkan potensi terjadinya penolakan di masyarakat. Untuk menghindari konflik tersebut, Pemprov Jambi dan Kapolda Jambi meminta kepada perusahaan untuk memberiksan dana bantuan kepada masyarakat setempat atau CSR dari perusahaan.

“Karena memang bisa menimbulkan debu dan becek, jadi nanti akan diberikan seperti tali kasih lah. Ini juga sudah menjadi rumusan kita. Tapi ini akan kita bicarakan lebih lanjut dengan transportir dan perusahaan,” sebutnya.

Dia menyebutkan, memang untuk jalan yang di wilayah Bajubang tersebut merupakan jalan provinsi, sehingga tidak menjadi masalah jika itu dilewati.

“Tapi kita juga akan siapkan untuk memberikan bantuan itu, mungkin nanti juga akan kita bicarakan lebih teknis lagi,” ungkapnya.

Diakuinya, saat ini banyak korban yang ditimbulkan akibat batu bara, formula yang bagus untuk mengatasi solusi ini yakni jalur khusus. Namun, sayangnya jalur khusus tersebut masih abu-abu, belum tahu kapan akan dibangun.

Sementara itu, terkait polemik yang bakal terjadi, jika sewaktu-waktu terdapat gejolak di masyarakat terkait rekayasa jalur truk batu bara tersebut, Ketua DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto mengatakan, agar ini tak terjadi, jika truk berjalan dengan tertib dan mengikuti aturan yang berlaku.

“Yang jadi masalah mereka lewat di siang hari, kalau tertib dengan aturan yang ada saya rasa ini tak terjadi,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: